logo alinea.id logo alinea.id

Penembakan di masjid Norwegia diselidiki sebagai aksi teror

Pelaku penembakan disebut berhaluan kanan jauh dan antiimigran.

Khairisa Ferida
Khairisa Ferida Senin, 12 Agst 2019 11:21 WIB
Penembakan di masjid Norwegia diselidiki sebagai aksi teror

Penembakan di sebuah masjid di Norwegia tengah diselidiki sebagai kemungkinan tindakan terorisme. Insiden itu terjadi pada Sabtu (10/8), saat seorang pria bersenjata melepas tembakan ke Al-Noor Islamic Centre, di pinggiran Ibu Kota Oslo.

Satu orang di masjid berhasil melumpuhkan tersangka dan terluka dalam prosesnya. Pelaku segera ditangkap.

Hingga saat ini polisi belum mengungkap nama tersangka, tetapi telah mendeskripsikannya sebagai warga negara Norwegia berkulit putih dengan usia 20-an.

Pelaku disebut berasal dari daerah di mana serangan masjid terjadi, yaitu di Kota Baerum.

Rune Skjold, kepala penjabat operasi polisi, menuturkan bahwa tersangka telah dikenali oleh polisi sebelum melancarkan aksinya tetapi tidak dapat digambarkan sebagai seseorang dengan latar belakang kriminal.

Menurut Skjold, tersangka memiliki pandangan berhaluan kanan jauh dan antiimigran serta telah menyatakan simpatinya kepada Vidkun Quisling, politikus fasis Norwegia.

Media lokal melaporkan bahwa pelaku sempat mengunggah apa yang dicurigai sebagai pujian terhadap pelaku penembakan 51 orang di dua masjid di Christchurch, Selandia Baru, pada awal tahun ini.

Tersangka, yang telah didakwa dengan percobaan pembunuhan atas penembakan itu, diduga bertindak seorang diri.

Sponsored

Pria 65 tahun lumpuhkan tersangka

Hanya tiga orang yang berada di Al-Noor Islamic Centre saat serangan terjadi. Direktur Al-Noor Islamic Centre Irfan Mushtaq memaparkan kepada jaringan televisi lokal TV2 bahwa tersangka memasuki gedung dengan menggunakan helm dan pelindung tubuh. Dia mempersenjatai diri dengan dua senjata seperti senapan dan satu pistol.

Pelaku kemudian melepas tembakan sebelum akhirnya dilumpuhkan oleh seorang anggota jemaah bernama Mohammad Rafiq (65). Rafiq menderita luka ringan.

"Saya tiba-tiba mendengar suara tembakan dari luar. Dia mulai menembak ke arah dua orang lainnya," kata Rafiq, seorang pensiunan Angkatan Udara Pakistan.

Rafiq kemudian mendekati pelaku, menjatuhkannya dan berhasil merebut senjatanya.

Al-Noor Islamic Centre sebelumnya telah menerapkan langkah-langkah keamanan ekstra pascaserangan di Selandia Baru.

Setelah serangan pada Sabtu, polisi mengatakan bahwa mereka menemukan jasad seorang wanita muda yang terkait dengan tersangka di sebuah rumah di Baerum. Kemudian mereka mengonfirmasi pada Minggu bahwa perempuan itu adalah saudara tiri tersangka.

Kematiannya dianggap mencurigakan dan penyelidikan pun tengah berlangsung. Tersangka didakwa dengan pembunuhan dalam kasus ini.

Penembakan pada Sabtu telah memicu perdebatan tentang apakah sudah cukup banyak yang dilakukan untuk melindungi populasi muslim Norwegia. Mushtaq menekankan bahwa pemerintah perlu mengambil tindakan.

"Selama bertahun-tahun, polisi rahasia mengatakan bahwa muslim adalah risiko terbesar bagi negara ini, tetapi jika Anda melihat dua insiden besar terakhir dari aksi teroris, bukan muslim pelakunya," tegas Mushtaq.

Dewan Islam Norwegia menggambarkan serangan penembakan Sabtu sebagai hasil dari kebencian jangka panjang terhadap muslim yang telah diizinkan menyebar di Norwegia. Mereka menilai bahwa pihak berwenang belum menganggap ini perkembangan yang serius.

Sementara itu, di Twitter, Perdana Menteri Erna Solberg menulis bahwa Norwegia harus memerangi sikap benci dan antimuslim.

Dalam pernyataan terpisah, dia mengatakan bahwa keamanan telah ditingkatkan untuk perayaan Iduladha. Melawan pidato kebencian, menurutnya, adalah prioritas.

"Kami mencoba untuk melawannya, tetapi ini adalah tantangan. Saya rasa ini adalah tantangan di seluruh dunia," kata dia.

Perkiraan resmi pada 2016 menyebutkan bahwa sekitar 200.000 muslim tinggal di Norwegia, negara yang memiliki populasi sekitar 5 juta.

Sumber : BBC