logo alinea.id logo alinea.id

Presiden baru El Salvador pecat pejabat lewat Twiter

Sejumlah kerabat mantan presiden El Salvador menjadi sasaran pertama pemecatan Bukele.

Mona Tobing
Mona Tobing Jumat, 07 Jun 2019 09:00 WIB
Presiden baru El Salvador pecat pejabat lewat Twiter

Sepekan setelah dilantik, Presiden baru El Salvador Nayib Bukele langsung melakukan gebrakan. Nayib melalui akun Twitter resminya memecat sejumlah pejabat. 

Dalam minggu pertamanya di kantor, beberapa pejabat di negara Amerika Tengah dibuat cemas akan keberlangsungan karirnya. Tweet sang presiden mendepak sejumlah pejabat negara.

Salah satunya, mantan walikota San Salvador yang berusia 37 tahun tersebut mendepak putri mantan Presiden Sánchez Cerén, Claudia Sánchez Villalta dari posisinya. 

Claudia tidak diketahui pasti posisinya, namun media lokal La Pagina menulis Claudia memegang posisi di kantor LaGeo, perusahaan energi di El Salvador. Putri tertua mantan presiden tersebut mendapat gaji sebesar US$ 4.000 setiap bulannya. 

Sasaran lain Bukele adalah kerabat mantan presiden Salvador Sánchez Cerén dan tokoh-tokoh dari partai politik Front Pembebasan Nasional Farabundo Marti.

Bukele diketahui sebagai pengguna media sosial yang rajin mengirim tweet. Ia memiliki lebih dari 700.000 pengikut Twitter. 

Uniknya, sejumlah pejabat yang diperintahkan untuk dipecat oleh sang presiden membalas tweetnya. 

"Perintah Anda akan segera dieksekusi, Presiden @nayibbukele."

Sponsored

Soal memecat pejabat negara lewat media sosial, menjadi topik hangat negeri dengan diskusi pro kontra di kalangan pendukung dan lawan politik sang presiden. 

Pendukung Bukele menyebutnya sang presiden milenial tersebut sedang membentuk komunikasi presidensial yang baru. Sementara lawan politiknya menyebut sebagai praktik otokratis.

"Ini bukan monarki," kata Norman Quijano, presiden sayap kanan kongres Salvador, mengatakan kepada wartawan. 

"Monarki absolutis adalah sesuatu dari abad pertengahan dan kita berada di abad ke-21, di mana institusionalitas harus dihormati."

Luis Assardo, seorang jurnalis dan peneliti yang berbasis di Guatemala, menilai pilihan Bukele pada Twitter sebagai cara untuk mendapatkan pengakuan dan berbicara langsung dengan orang-orang Salvador setiap hari.

"Dia tidak membutuhkan pers," kata Assardo. "Dia tidak membutuhkan perantara apa pun untuk menyampaikan informasi yang menarik baginya."

Cara ini mengingatkan gaya Presiden AS Donald Trump, yang berkomunikasi dengan basis Partai Republik-nya setiap hari melalui Twitter dan juga telah memecat beberapa pejabat melalui tweet.

Trump pun mengirim tweet dukungan kepada Bukele. 

“Amerika Serikat siap bekerja dengan @NayibBukele untuk memajukan kesejahteraan di El Salvador dan belahan bumi. Selamat Presiden Bukele atas pelantikan Anda! " (Reuters)