sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Presiden Jokowi hadiri KTT ASEAN soal Myanmar

KTT ASEAN akan terdiri dari tiga segmen yang membahas pembangunan masyarakat, hubungan eksternal, serta isu-isu regonal dan internasional.

Valerie Dante
Valerie Dante Sabtu, 24 Apr 2021 15:13 WIB
Presiden Jokowi hadiri KTT ASEAN soal Myanmar

Presiden Joko Widodo menghadiri ASEAN Leaders' Meeting (ALM) atau KTT ASEAN yang digelar di Sekretariat ASEAN, Jakarta, pada Sabtu (24/4).

Dikutip dari keterangan resmi Sekretariat Presiden RI, Jokowi tiba di lokasi sekitar pukul 13.12 WIB dan disambut langsung oleh Sekretaris Jenderal ASEAN Dato Lim Jock Hoi.

Setelah berfoto dan mengisi buku tamu kedatangan, Jokowi beserta para pemimpin dan perwakilan negara-negara ASEAN lainnya menuju ruang pertemuan di Bali Lounge, Sekretariat ASEAN, untuk mengikuti jalannya ALM.

ALM kali ini terdiri atas tiga segmen, yakni pembangunan masyarakat ASEAN, hubungan eksternal ASEAN, dan isu-isu regional dan internasional.

Pada segmen pertama dan kedua, Presiden Jokowi akan didampingi oleh Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi dan Direktur Jenderal Kerja Sama ASEAN Kementerian Luar Negeri Sidharto R. Suryodipuro. Sementara pada segmen ketiga, Jokowi hanya akan didampingi Menlu Retno.

Sejumlah pemimpin negara-negara ASEAN hadir atas undangan Sultan Brunei Darussalam Hassanal Bolkiah, selaku Ketua ASEAN. 

ALM tersebut merupakan inisiatif Indonesia dan tindak lanjut dari pembicaraan Presiden Jokowi dengan Sultan Hassanal Bolkiah terkait penyelesaian situasi yang sedang berlangsung di Myanmar.

Penyelenggaraan ALM diharapkan dapat mencapai kesepakatan, utamanya mengenai langkah-langkah yang baik bagi rakyat Myanmar dan membantu negara tersebut keluar dari situasi saat ini.

Sponsored

Menlu Retno, dalam keterangan pers pada Jumat (23/4), menyatakan bahwa penyelenggaraan pertemuan tersebut menjadi pertemuan langsung secara fisik pertama para pemimpin ASEAN selama masa pandemik Covid-19, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat. 

Dia menyebut, hal itu menggambarkan keseriusan dan tekad kuat para pemimpin ASEAN untuk membantu Myanmar.

"Komitmen para pemimpin untuk bertemu secara fisik merupakan refleksi kekhawatiran ASEAN terhadap situasi yang terjadi di Myanmar dan tekad ASEAN untuk membantu Myanmar keluar dari krisis ini," jelas Menlu Retno.

Berita Lainnya