sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Putin klaim Rusia telah mendaftarkan vaksin Corona pertama di dunia

Putin mengungkapkan salah satu putrinya telah mempergunakan vaksin ini.

Achmad Rizki Muazam
Achmad Rizki Muazam Selasa, 11 Agst 2020 19:09 WIB
Putin klaim Rusia telah mendaftarkan vaksin Corona pertama di dunia
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 406.945
Dirawat 58.868
Meninggal 13.782
Sembuh 334.295

Rusia telah menyetujui vaksin virus korona yang dikembangkan oleh Institut Gamaleya yang berbasis di Moskow untuk dipergunakan.

Presiden Rusia Vladimir Putin di TV pemerintah Rusia pada Selasa (11/8) ketika berbicara dalam telekonferensi langsung dengan para menteri kabinetnya, mengatakan vaksin tersebut telah melalui semua pemeriksaan yang diperlukan

"Sebuah vaksin melawan virus Corona telah didaftarkan untuk pertama kalinya di dunia pagi ini," kata Putin, seraya menambahkan "Saya tahu bahwa vaksin itu bekerja cukup efektif, vaksin ini membentuk kekebalan yang stabil," tutur dia lagi.

Putin mengungkapkan salah satu putrinya telah mempergunakan vaksin ini. Dia bercerita suhu tubuh putrinya sempat sedikit lebih tinggi setelah mendapat suntikan, tetapi sekarang telah lebih baik.

"Saya tahu ini dengan sangat baik, karena salah satu putri saya telah diinokulasi dengan vaksin," katanya.

Setelah injeksi pertama suhu tubuh putrinya menjadi 38 derajat Celsius dan keesokan harinya menjadi 37 derajat Celsius. Setelah injeksi kedua, suhu tubuh juga menjadi sedikit lebih tinggi tetapi hanya itu, lalu kembali turun.

Laporan tentang vaksin Rusia datang di tengah kekhawatiran tentang keamanan, keefektifan, dan tuduhan bahwa negara itu telah mengambil jalan pintas dalam perkembangannya.

Pejabat Rusia mengatakan bahwa uji coba Fase 3 yang penting akan dilakukan setelah pendaftaran vaksin oleh negara.

Sponsored

Rusia belum merilis data ilmiah tentang pengujian vaksinnya dan media belum dapat memverifikasi keamanan atau keefektifannya yang diklaim.

Namun sejumlah kritikus mengatakan dorongan negara untuk vaksin datang di tengah tekanan politik dari Kremlin, yang ingin menggambarkan Rusia sebagai kekuatan ilmiah global.

Sumber : CNN

Berita Lainnya