sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Menhan China: Taiwan adalah kepentingan nasional terbesar kami

Menhan Wei Fenghe menegaskan bahwa tidak ada kekuatan yang dapat mencegah penyatuan kembali Tiongkok.

Khairisa Ferida
Khairisa Ferida Senin, 21 Okt 2019 12:59 WIB
Menhan China: Taiwan adalah kepentingan nasional terbesar kami

Menteri Pertahanan China Wei Fenghe pada Senin (21/10) mengatakan, pertanyaan soal Taiwan adalah kepentingan nasional terbesar negaranya. Dia menggemakan kembali pernyataan Presiden Xi Jinping bahwa tidak ada kekuatan yang dapat mencegah penyatuan kembali Tiongkok.

"Kegiatan separatis akan gagal," ujar Wei dalam pembukaan Forum Xiangshan di Beijing.

Ketegangan antara China dan Taiwan meningkat jelang pemilihan presiden Taiwan pada Januari. Taiwan adalah salah satu isu teritorial China.

"China adalah satu-satunya negara besar di dunia yang belum sepenuhnya dipersatukan kembali," kata Wei. "Menyelesaikan pertanyaan soal Taiwan untuk mewujudkan reunifikasi penuh Tiongkok adalah tren yang tidak terkalahkan waktu, kepentingan nasional terbesar China, jalan yang benar untuk diikuti dan kerinduan seluruh rakyat China."

Taiwan yang mengklaim dirinya demokratis telah mencerca China atas pemerintahannya yang otoriter dan menjadi ancaman bagi perdamaian regional. Beijing sendiri telah memberikan tekanan pada Taipei, menggerogoti sejumlah sekutu diplomatiknya yang tersisa.

Bagi China, Taiwan adalah wilayahnya yang membangkang. Beijing menegaskan, tidak akan sungkan menyatukannya kembali, sekalipun dengan paksaan.

Kelompok nasionalis yang kalah melarikan diri ke Taiwan pada 1949 di akhir perang saudara dengan kelompok komunis. China sendiri tidak pernah memerintah Taiwan, yang rakyatnya disebut tidak begitu berminat diperintah oleh Tiongkok yang autokrasi.

China marah dengan dukungan Amerika Serikat terhadap Taiwan, sebuah relasi yang terikat oleh Taiwan Relations Act (TRA). Negeri Paman Sam membutuhkan Taiwan demi kepentingan nasionalnya di kawasan Pasifik Barat dan salah satu poin TRA adalah menyediakan persenjataan untuk kepentingan defensif.

Sponsored

"Tidak seorang pun dan tidak ada kekuatan yang dapat menghentikan reunifikasi penuh China. Kami berkomitmen untuk mempromosikan pengembangan hubungan lintas Selat Taiwan dan penyatuan kembali negara secara damai," tutur Wei.

"Namun, kami juga tidak akan pernah membiarkan kelompok separatis untuk memerdekakan Taiwan, atau membiarkan intervensi oleh kekuatan eksternal."

Washington dan Beijing telah berselisih di berbagai front dalam beberapa tahun terakhir, mulai dari di Laut China Selatan, perang dagang, Taiwan dan Hong Kong.

Pada Senin, Wei menegaskan kembali bahwa China adalah negara yang cinta damai, yang tidak akan pernah menyerang lebih dulu dan menimbulkan ancaman bagi seluruh dunia.

"Hubungan militer China-AS secara umum stabil tapi kami dihadapkan dengan banyak kesulitan dan tantangan. Kerja sama antara kedua militer mengenai komunikasi strategis, rasa saling percaya dan pengendalian risiko harus diperkuat lebih lanjut," kata Wei.

AS kerap membuat China berang lewat operasi kebebasan navigasi mereka di wilayah Laut China Selatan yang diklaim Beijing sebagai miliknya.

"Kepulauan Laut China Selatan dan Pulau Diaoyu adalah bagian yang tidak dapat dipisahkan dari Tiongkok. Kami tidak akan membiarkan satu inci pun wilayah yang telah ditinggalkan oleh nenek moyang kami diambil," ujar Wei.

Sumber : Reuters