sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Yunani, Siprus, dan Israel sepakat bangun pipa bawah laut

Jalur EastMed, nama proyek ini, dimaksudkan untuk menyediakan sumber gas alternatif bagi Eropa.

Khairisa Ferida
Khairisa Ferida Jumat, 03 Jan 2020 13:02 WIB
Yunani, Siprus, dan Israel sepakat bangun pipa bawah laut
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 365.240
Dirawat 64.032
Meninggal 12.617
Sembuh 289.243

Yunani, Siprus, dan Israel pada Kamis (2/1) menandatangani kesepakatan untuk membangun pipa bawah laut sepanjang 1.900 km untuk mengangkut gas alam dari ladang gas di Mediterania Timur.

Ketiga negara tersebut menargetkan akan mencapai Final Investment Decision (FID) pada 2022 dan menyelesaikan pembangunan pipa pada 2025. Jalur EastMed, nama proyek ini, dimaksudkan untuk menyediakan sumber gas alternatif bagi Eropa.

Israel, Yunani, dan Siprus mencapai kesepakatan untuk melanjutkan proyek EastMed senilai US$6 hingga US$7 miliar pada tahun lalu. Pipa bawah laut tersebut diharapkan membawa 10 miliar meter kubik gas per tahun dari perairan Israel dan Siprus ke Pulau Kreta, Yunani, dan berlanjut ke daratan Yunani hingga akhirnya bertemu jaringan gas Eropa via Italia.

Menteri Energi Yunani Kostis Hatzidakis, Menteri Energi Israel Yuval Steinitz, dan Menteri Energi Siprus Yiorgos Lakkotrypis menandatangani perjanjian final EastMid di Athena.

Proyek EastMed sendiri ditentang Turki. Bulan lalu, seorang pejabat Turki menuturkan, tidak perlu membangun EastMed karena sudah ada pipa gas alam Trans-Anatolia.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Turki Hami Aksoy mengatakan bahwa setiap proyek yang mengabaikan hak-hak Turki dan etnis Turki Siprus atas sumber daya alam di Mediterania Timur akan gagal.

"Rute yang paling ekonomis dan aman untuk memanfaatkan sumber daya alam di Mediterania Timur dan mengirimkannya ke Eropa, termasuk negara kita, adalah Turki," ujar Aksoy pada Kamis.

Di lain sisi, Perdana Menteri Yunani Kyriakos Mitsotakis, Presiden Siprus Nicos Anastasiades dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan bahwa kesepakatan yang mereka capai tidak ditujukan untuk melawan negara mana pun.

Sponsored

"Ini ... mendukung tujuan bersama bagi perdamaian, keamanan, dan stabilitas di wilayah Mediterania Timur yang sangat rentan," tutur Presiden Anastasiades.

Wilayah tersebut tidak memiliki infrastruktur minyak dan gas yang signifikan serta relasi politik antarnegara, termasuk Siprus, Yunani, Mesir, Israel, Lebanon, dan Suriah, tegang di sejumlah front.

Penandatanganan proyek EastMed dilakukan beberapa pekan setelah Turki dan Libya mencapai kesepakatan tentang batas laut di Mediterania, sebuah langkah yang ditentang Yunani, Siprus, dan Israel.

Para analis menyebutkan pakta Turki-Libya dapat menjadi penghalang bagi jalur pipa yang diusulkan karena akan melintasi zona ekonomi Turki-Libya yang dirancang. 

"Jika Turki tertarik, pintu terbuka," kata Menteri Energi Israel kepada Reuters. "Kami siap untuk membahas semacam kerja sama energi, termasuk dengan Turki. Kami tidak menentang Turki, tetapi kami sangat mendukung proyek pipa gas EastMed."

Proyek EastMed dijalankan oleh IGI Poseidon, sebuah perusahan patungan antara perusahaan gas Yunani DEPA dan perusahaan energi Italia Edison.

DEPA pada Kamis menandatangani perjanjian dengan Energean, produsen gas dengan fokus di Mediterania Timur, untuk membeli dua miliar meter kubik gas setiap tahun dari ladang gas Energean di Israel melalui pipa yang direncanakan akan dibangun.

Yunani menegaskan bahwa perjanjian proyek EastMed akan disimpulkan begitu Italia juga menandatanganinya.

Sumber : Reuters

Berita Lainnya