sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Ahli epidemiologi prediksi terjadi lonjakan Covid pada musim hujan

Risiko penularan Covid-19 akan terjadi lebih besar ketika bencana banjir melanda.

Achmad Al Fiqri
Achmad Al Fiqri Kamis, 24 Sep 2020 11:29 WIB
Ahli epidemiologi prediksi terjadi lonjakan Covid pada musim hujan
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 377.541
Dirawat 63.576
Meninggal 12.959
Sembuh 301.006

Lonjakan kasus Covid-19 di Indonesia diprediksi terjadi pada Desember. Salah satu faktor yang mendasari prediksi itu, ialah terjadinya puncak musim penghujan.

Ahli Epidemiologi dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga Laura Navika Yamani menilai, risiko penularan Covid-19 saat musim hujan akan menjadi besar. Hal ini didasari atas penilaian masa tahan virus SARS-CoV-2 di musim hujan dapat bertahan lama. Karakteristik musim hujan yang memiliki suhu rendah menjadi salah satu penyebabnya.

"Musim hujan itu suhunya rendah. Suhu rendah dapat membuat SARS-CoV-2 ini tetap nyaman tinggal pada lingkungan. Jadi memang ada risiko (penularan) ketika musim hujan," kata Laura, saat dihubungi Kamis (24/9).

Risiko penularan Covid-19 akan terjadi lebih besar ketika bencana banjir melanda. Bencana banjir dapat berpotensi menimbulkan kerumunan masyarakat, salah satunya di posko pengungsian.

"Nah ini juga dikhawatirkan. Tentunya daerah pengungsian itu crowded, akan sulit melakukan physical distancing," tutur Laura.

Salah satu kelompok yang dikhawatirkan tertular Covid-19 di posko pengungsian, ialah kelompok rentan seperti orang berusia lanjut. Karena itu, dia menyarankan agar pemerintah daerah dapat menyiapkan skenario penanggulangan banjir di tengah pandemi. 

"Kalau bisa diperbanyak jumlah tempat pengungsian. Jangan sampai menggerombol jadi satu yang membuat kita tidak melakukan physical distancing," kata dia.

Di samping itu, peran pemerintah pusat melalui Satgas Penanganan Covid-19 untuk melaksanakan 3T (testing, tracing, dan treatment) dinilai penting. Dia menyarankan agar pelaksanaan tersebut dapat dilakukan lebih masif ketika musim penghujan.

Sponsored

"Kalau (3T) itu wajib. Utama pengendalian dari suatu kasus pandemi itu dengan melakukan 3T. Jadi kita tidak bisa menghentikan. Tidak bisa memutuskan penularan dari Covid-19 ketika tidak melakukan 3T," tegasnya.

Baginya, upaya yang paling utama dalam mengendalikan pandemi dengan melakukan 3T.

"Itu harus dilakukan pemerintah dengan menemukan kasus sebanyak-banyaknya. Sehingga pembawa virus, walaupun tidak ada gejala segera dijaring untuk diproses isolasi," paparnya.

Sementara kepada masyarakat, Laura meminta agar higienitas sanitasi air dapat diperhatikan. Protokol kesehatan juga perlu diterapkan lebih ketat saat musim hujan. Hal itu kunci untuk menghadapi suatu pandemi.

"Saya rasa sebanyak apapun virus itu ada di lingkungan, ketika kita disiplin melakukan protokol kesehatan seperti cuci tangan dan memakai masker, itu bisa menjadi barrier. Bisa untuk meminimalisir penyebaran virus," terang Laura.

Penerapan protokol kesehatan seperti menjaga jarak, memakai masker, dan mencuci tangan merupakan suatu bentuk upaya juga dalam mengendalikan pandemi.

Berita Lainnya