logo alinea.id logo alinea.id

Angel Has Fallen: Ketegangan yang tak masuk akal

Hampir tak ada kebaruan dalam film Angel Has Fallen dibandingkan dua seri Fallen sebelumnya.

Achmad Al Fiqri
Achmad Al Fiqri Sabtu, 14 Sep 2019 21:26 WIB
Angel Has Fallen: Ketegangan yang tak masuk akal

Film laga Angel Has Fallen yang disutradarai Ric Roman Waugh masih menempatkan artis senior Gerald Butter untuk memerankan Mike Banning. Ditulis oleh Robert Mark Kamen, Matt Cook, dan sang sutradara film, masih mengisahkan upaya penyelamatan Presiden Allan Trumbull (Morgan Freeman) dari upaya pembunuhan.

Plot utama yang disajikan dalam film ini tampak sedikit berbeda dengan seri sebelumnya, yakni Olympus Has Fallen (2013) maupun London Has Fallen (2016). Perbedaan tersebut terletak pada konflik yang membuat penonton pesimistis Banning dapat memecahkan masalah tersebut.

Film yang mulai tayang di layar lebar Indonesia pada 21 Agustus 2019 ini, dibuka dengan aksi Banning dalam mengolah kelihaiannya mengendalikan senjata laras panjang. Sebagai anggota terbaik Pasukan Pengawal Presiden (Paspampres) Allan, aksi Banning dapat membius penonton.

Konflik terjadi saat Banning didiagnosis mengidap penyakit kanker otak oleh dokter. Dia harus meminum painkiller untuk meredakan rasa sakitnya.

Di tengah penyakit yang dialaminya, Banning dituduh telah melakukan upaya pembunuhan kepada Presiden Allan dan koleganya sesama Paspampres. Merasa telah difitnah, Banning pun harus menjalani hidup menjadi pelarian guna mengungkap pelaku sebenarnya. Aksi kejar-kejaran antara Banning dengan Biro Investigasi Federal (FBI) dan sahabat lamanya, Wade Jennings sukses mengaduk emosi penonton.

Angel Has Fallen mencoba mengangkat nilai kekeluargaan. Hal itu tergambarkan selama Banning dalam masa pelariannya. Dia mencoba untuk memastikan istri dan anaknya dalam keadaan baik. Tak hanya itu, Banning pun mencoba mengunjungi ayahnya (Nick Nolte) di sebuah rumah yang berada di pegunungan Nevada.

Dapat dikatakan, plot film Angel Has Fallen terbilang klise dengan film action pada umumnya. Tampaknya, Ric Roman Waught juga ngotot membuat film ini sarat dengan ketegangan.

Pada adegan tembak-tembakan dan ledakan, disajikan dalam gambar secara big close up. Teknik pengambilan gambar ini memang dapat membawa perasaan penonton penuh ketegangan.

Sponsored

Namun alur cerita terkesan kaku. Sebagian besar durasi dari total 121 menit, penonton disuguhkan adegan yang menegangkan sehingga membosankan.

Menurut Saya, bahkan ada beberapa adegan yang tidak masuk akal. Sosok Nolte, ayah Banning yang digambarkan sebagai orang tua renta, namun sanggup membantu Banning melawan serangan musuh.

Sebagai seri ketiga Fallen, film yang diproduseri oleh aktor utama Butter ini, tidak lebih istimewa dengan seri sebelumnya. Para pemeran film yang tidak berbeda jauh dengan seri sebelumnya juga membuat tak ada kebaruan dalam film ini.

Film ini masih dapat terselamatkan dengan akting setiap pemerannya yang mumpuni. Sebagai film bergenre action, Angel Has Fallen juga dapat diacungi jempol. Terlebih, saat Banning beraksi melawan musuhnya.

Nick Nolte sanggup mencuri perhatian dalam film ini. Aksi konyol orang tua renta itu cukup menggelitik perut penonton. Beberapa dialog yang diucapkan antar pemain mampu memberikan kejutan kecil sehingga menjadi peredam rasa tegang penonton.

Angel Has Fallen memiliki nilai plus lainnya. Yakni, bisa dinikmati tanpa harus memahami dua film sebelumnya, Olympus Has Fallen maupun London Has Fallen.

starstarstarstarstar3

Sajian plot utama klise dengan film laga pada umumnya. Alur cerita terlalu kaku.