logo alinea.id logo alinea.id

Cinta bersemi dari aplikasi

Aplikasi dating menjadi solusi baru untuk orang, tanpa harus menghabiskan banyak waktu datang ke satu tempat dan kemudian menjalin relasi.

Nanda Aria Putra
Nanda Aria Putra Jumat, 15 Feb 2019 12:59 WIB
Cinta bersemi dari aplikasi

Andi Pamenta masih ingat betul saat pertama kali bertemu sosok perempuan yang dikenalnya melalui aplikasi kencan daring, Tinder, pada 2013. Sudah satu bulan dia menjalin komunikasi di dunia maya, usai berkenalan dari Tinder.

Saat itu, mereka sepakat bersua di Stasiun Depok Baru. Sebelum tiba di stasiun, kepala Andi dipenuhi teka-teki tentang sosok yang akan ditemuinya itu. Sama kah perempuan yang akan ditemuinya, seperti foto-foto di aplikasi Tinder dan media sosialnya?

Pemburu pasangan daring

Kereta dari arah Citayeum, Bogor, akhirnya berhenti di Stasiun Depok Baru. Para penumpang lalu lalang, keluar dari pintu kereta. Perempuan mengenakan sweter berwarna oranye, berperawakan kecil, tampak mencolok di antara para penumpang yang turun.

Dia adalah Mentari Suhendini, perempuan yang dikenal Andi melalui aplikasi Tinder. Mentari menyapa Andi. Insting pria yang kerap gagal dalam mendapatkan pasangan yang pas di Tinder bekerja cepat.

Sebelum berkenalan dengan Mentari, Andi memang selalu gagal menemukan pasangan terbaik lewat Tinder. Bila ada perempuan yang menarik minatnya, tak pernah ada sambutan.

Andi langsung terpana pada pandangan pertama “kopi darat” dengan Mentari. Sosok ini sangat membuat Andi luluh. Singkat cerita, sebulan setelah bertemu, mereka sepakat berpacaran.

“Sekitar 4 tahun setelah berpacaran, pada akhir 2017 kami sepakat mengambil keputusan yang lebih serius, yakni menikah. Sekarang, kami menunggu kelahiran anak pertama,” kata Andi saat dihubungi, Kamis (14/2).

Yudi Muhadi punya cerita yang mirip dengan Andi. Saat masih duduk di bangku kuliah tingkat akhir di sebuah universitas swasta di Yogyakarta pada 2015, Yudi punya keinginan untuk menikah. Ketika itu, Yudi iseng menggunakan aplikasi pesan WeChat.

WeChat fungsinya mirip Tinder. Penggunanya bisa menemukan orang yang cocok, berdasarkan lokasi pencarian terdekat.

arga memilih bunga mawar di salah satu stan di Pasar Bunga Kayoon, Surabaya, Jawa Timur, Rabu (13/2). (Antara Foto).

Sembari menulis tugas akhir, Yudi berkenalan dengan sejumlah perempuan di aplikasi itu. Hingga akhirnya, dia bertemu dengan sosok perempuan, yang menurutnya nyaman dan klop secara obrolan, yakni Rani.

Tak lama berkomunikasi lewat dunia maya, Yudi akhirnya memberanikan diri mengajak Rani kopi darat di sebuah kafe di Yogyakarta. Proses perkenalan secara langsung pun terjadi.

Mereka bercakap-cakap tentang proses perkenalan, menggali lagi mengapa mereka dipertemukan melalui aplikasi WeChat, dan apa yang ada di kepala masing-masing tentang sosok yang akan mereka temui.

Rani sendiri sudah bekerja waktu itu. Sedangkan Yudi, sebentar lagi akan menyelesaikan studinya. Mereka pun intens bertemu selama enam bulan. Dan, setelah Yudi diwisuda, mereka menikah pada akhir 2015.

“Sekarang kami dikaruniai seorang anak, dan buka usaha warung makan sederhana di Yogyakarta,” kata Yudi saat dihubungi, Kamis (14/2).

Tentu saja, di dunia ini, Andi dan Yudi bukan contoh satu-satunya pria yang berusaha mencari pasangan melalui aplikasi kencan daring. Setidaknya, tulis Sindy R. Sumter, Laura Vandenbosch, dan Loes Ligtenberg dalam tulisannya berjudul “Love me Tinder: Untangling emerging adults’ motivations for using the dating application Tinder” di jurnal Telematics and Informatics, Februari 2017, ada 10 juta orang menggunakan Tinder setiap hari di dunia.

Sementara dari jumlah tersebut, sebanyak 45,5% penggunanya sudah tertemu secara offline alias kopi darat. Di dalam riset yang sama disebutkan, kecenderungan orang dewasa, usia 18 hingga 30 tahun, menggunakan Tinder didolong enam faktor, yakni cinta, seks, komunikasi yang lebih baik, validasi harga diri, kegembiraan, dan tren.

Riset Sindy, Laura, dan Loes pun mengungkap motivasi yang beragam antara laki-laki dan perempuan. Pria lebih banyak memanfaatkan aplikasi Tinder untuk menjalin hubungan kencan semalam, dibandingkan perempuan.

Namun, secara keseluruhan, orang dewasa menggunakan Tinder untuk berharap mendapat sebuah hubungan yang romantis dan serius.

Mencari keadilan tragedi kerusuhan 22 Mei

Mencari keadilan tragedi kerusuhan 22 Mei

Minggu, 26 Mei 2019 02:15 WIB
Ambu: Konflik 3 generasi dan adat Suku Baduy

Ambu: Konflik 3 generasi dan adat Suku Baduy

Sabtu, 25 Mei 2019 11:56 WIB