sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Edukasi pentingnya air bersih di Festival Mizuiku Nasional

Festival Mizuiku Nasional tak hanya melibatkan anak-anak, kepala sekolah dan guru pun dilibatkan dalam kegiatan.

Achmad Rizki Muazam
Achmad Rizki Muazam Rabu, 05 Agst 2020 22:30 WIB
Edukasi pentingnya air bersih di Festival Mizuiku Nasional
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 278722
Dirawat 61379
Meninggal 10473
Sembuh 206870

Suntory Garuda Beverage (SGB) menggelar Festival Mizuiku Nasional (FMN) pertama di Indonesia. Festival ini diadakan dengan format edukasi virtual selama 120 menit yang mengangkat tema “Aku Cinta Air Bersih”.

FMN berlangsung sejak pukul 10 pagi, diikuti oleh 250 anak dan guru perwakilan sekolah Adiwiyata dari enam daerah di Indonesia. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia dan Himpunan Penggiat Adiwiyata Indonesia (HPAI), wadah bagi penggiat lingkungan juga turut menyaksikan lewat streaming youtube.

Festival ini juga untuk mempromosikan kesadaran dan pentingnya air bersih kepada anak-anak. Diharapkan program ini dapat mendorong generasi penerus bangsa menjadi agen-agen perubahan dalam usaha pelestarian air bersih.

Chief Executive Officer & President Director Suntory Garuda Beverage, Ong Yuh Hwang, mengatakan, program ini sebagai bentuk mendukung upaya pemerintah untuk memberikan pendidikan terbaik bagi siswa di masa Pembelajaran Jarak Jauh di tengah pandemi.

Sponsored

Pada festival ini terdapat berbagai macam kegiatan untuk peserta. Di antaranya, kelas virtual interaktuf tentang daur air, air bersih di lingkunganku, dan menara air yang mengajarkan pentingnya menanam pohon serta bagaimana cara menjaga air tetap bersih melalui pemeliharaan dan pengelolaan sampah. Serta perlombaan yang memberikan anak-anak proyek sederhana untuk pemeliharaan air bersih.

Festival Mizuiku Nasional tak hanya melibatkan anak-anak, kepala sekolah dan guru pun dilibatkan dalam kegiatan. Ada kelas Train-the-Trainer bersertifikasi dan juga kompetisi strategi mengajar modul lingkungan bagi kepala sekolah dan guru.

Kepala Pusat Pelatihan Masyarakat dan Pengembangan Generasi Lingkungan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Cicilia Sulastri, berharap program ini dapat mendorong kesadaran warga sekolah khususnya peserta didik untuk peduli terhadap lingkungan. “Terutama dalam penerapan perilaku ramah lingkungan hidup di sekolah yang terkait dengan aspek konservasi air,” kata dia.

Berita Lainnya