sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Efek paparan gim sejak balita serupa kecanduan narkoba

Gejala anak sudah kecanduan gim antara lain mereka lebih mementingkan gim ketimbang belajar atau bermain dalam waktu lama.

Khairisa Ferida
Khairisa Ferida Sabtu, 05 Okt 2019 22:16 WIB
Efek paparan gim sejak balita serupa kecanduan narkoba

Efek paparan gim atau permainan pada anak sejak balita serupa dengan kecanduan yang terjadi pada pengguna narkoba atau narkotika, psikotropika dan zat adiktif lainnya (napza). Demikian menurut Direktur Pencegahan dan Pengendalian Masalah Kesehatan Jiwa dan Napza Kementerian Kesehatan Dr Fidiansjah SpKj.

"Pecandu gim, setelah diteliti otaknya, kalau dia terpapar sejak balita kerusakannya sama dengan pecandu napza," kata Fidiansjah.

Dia menjelaskan bahwa otak bagian depan atau prefrontal cortex belum berfungsi secara sempurna saat anak masih berusia di bawah lima tahun atau balita.

Kalau pada masa itu anak mendapat kesenangan dari bermain gim maka adiksi akan muncul sejak kecil dan berlangsung terus menerus selama masa pertumbuhannya.

"Kalau prefrontal cortex belum berfungsi tapi sudah diberi kesenangan gim, akibatnya dia merasa adiksi yang menyenangkan. Anak-anak tidak mau belajar, ini lebih berbahaya daripada psikotropika dan zat adiktif," kata Fidiansjah.

Dia menyebutkan, gejala anak sudah kecanduan gim antara lain mereka lebih mementingkan gim ketimbang belajar atau bermain dalam waktu lama.

Dalam upaya menanggulangi masalah kesehatan terkait penggunaan teknologi, Kementerian Kesehatan melakukan pendekatan edukasi pada orang tua dan pelajar, termasuk di antaranya mengampanyekan penggunaan teknologi sesuai fungsi dan menjelaskan ancaman dan tantangan dalam penggunaan teknologi.

Fidiansjah mengimbau para orang tua memantau penggunaan teknologi anak secara cerdas.

"Di keluarga harus memulai dengan hal sederhana, misal ada waktu keluarga tanpa ponsel, saat beribadah dan makan," ujar dia.

Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization) telah mengategorikan kecanduan gim sebagai gangguan mental. WHO memasukkan kecanduan gim dalam statistik klasifikasi penyakit internasional (International Statistical Classification of Diseases/ICD).

Kecanduan gim dianggap sebagai penyakit mental apabila membuat seseorang tidak bisa mengendalikan kebiasaannya dalam bermain dan memprioritaskan gim di atas kegiatan lain yang lebih penting. (Ant)