sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Jumlah penderita thalasemia diperkirakan terus meningkat

Pada 2021, Kemenkes RI melaporkan pasien thalasemia yang terdeteksi di Indonesia berjumlah 10.973 orang.

Edo Sugiyanto
Edo Sugiyanto Selasa, 10 Mei 2022 15:12 WIB
Jumlah penderita thalasemia diperkirakan terus meningkat

Berdasarkan laporan dari Pusat Riset Biologi Molekuler Eijkman Indonesia masuk dalam kawasan sabuk thalasemia atau negara berisiko tinggi karena sebagian besar penduduknya sebagai pembawa sifat thalasemia.

Thalasemia merupakan kelaianan darah genetik yang menyebabkan umur sel darah merah sangat pendek sehingga penyandang thalasemia mayor harus melakukan transfusi darah seumur hidupnya.

Pada 2021, Kemenkes RI melaporkan pasien thalasemia yang terdeteksi di Indonesia berjumlah 10.973 orang. Jumlah itu diperkiran akan terus meningkat.

“Thalasemia adalah penyakit dengan kelainan sel darah merah yang diturunkan dari orang tua maupun keluarga,” kata Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit tidak menular RI Elvieda Sariwati, Selasa (10/5).

Kemenkes RI pernah melakukan program deteksi dini thalasemia, pada tahun 2021 di empat belas kabupaten/kota provinsi Jawa Barat, dan tahun 2022 melakukan deteksi dini thalasemia pada peringatan hari thalasemia sedunia di tiga kabupaten/kota provinsi Jawa Tengah dan Jawa Barat. Hari Thalasemia Sedunia jatuh pada tanggal 8 mei 2022.

KSM Kesehatan Anak FKUI-RSCM Pustika Amalia Wahidiyat juga mengatakan, Seorang pasien thalasemia perlu membutuhkan perawatan medis berupa transfusi seumur hidup dengan biaya pengobatan tanpa komplikasi mulai dari Rp30 juta hingga Rp500 juta perta hun. Biaya akan semakin bertambah jika terjadi banyak komplikasi.

“Seorang pasien thalasemia harus meminum obat setiap hari, melakukan tranfusi antara dua sampai empat minggu sekali dan ada juga yang harus tranfusi satu minggu sekali sehingga rumah sakit adalah rumah kedua mereka,” kata Pustika saat dipantau secara online, Selasa (10/5).

Kelainan darah dengan kondisi jumlah protein pembawa oksigen kurang dari jumlah normal dapat membuat pasien thalasemia rawan mengalami penyakit komplikasi, seperti diabetes, gagal jantung, patah tulang, hepatitis hingga kematian.

Sponsored
Berita Lainnya