close icon
Scroll ke atas untuk melanjutkan
Foto: Ist
icon caption
Foto: Ist
Sosial dan Gaya Hidup
Sabtu, 16 Maret 2024 09:41

Ratusan orang tidur siang di jalan Meksiko, ada apa?

Acara ini diselenggarakan oleh Center for Sleep and Neurosciences dan Mexican Society for the Investigation of Medicine and Sleep (SOMIMS).
swipe

Masyarakat yang berjalan melalui jalan-jalan yang ramai di pusat kota Mexico City pada hari Jumat disambut dengan pemandangan yang aneh. Ratusan orang terlihat tidur berbaris di atas matras biru crah, maskter tidur dan bantal travel.

Mereka berbaring di tanah di dasar Monumen Revolusi yang ikonik di kota itu untuk tidur siang. Dijuluki “tidur siang massal”, acara ini diadakan untuk memperingati Hari Tidur Sedunia.

Hal ini juga dimaksudkan sebagai protes untuk mendorong agar tidur dianggap sebagai bagian penting dari kesehatan dan kebugaran.

Beberapa peserta membungkus diri mereka dengan selimut berwarna oranye terang, sementara yang lain menyiapkan ponsel mereka untuk memutar musik yang menenangkan saat mereka tidur.

Di antara mereka yang tidur siang adalah musisi mariachi berusia 52 tahun, Manuel Magaña, yang mengenakan earbud di samping istrinya, dan putrinya yang berusia 9 tahun, yang tertidur sambil berpegangan tangan. Magaña mendengar tentang kejadian tersebut di berita ketika dia sedang mencari sesuatu yang menyenangkan untuk dilakukan bersama cucunya.

Dia mengatakan gagasan itu sangat menyentuh hatinya karena sebagai seorang mariachi dia bekerja dengan jam kerja yang panjang dan tidak teratur, sering kali tidur saat matahari terbit.

“Sebagai musisi saya bekerja di malam hari, dan saya jarang tidur nyenyak di siang hari. Kadang lupa makan, kadang yang didapat hanya tidur siang sebentar,” ujarnya.

Acara ini diselenggarakan oleh Center for Sleep and Neurosciences dan Mexican Society for the Investigation of Medicine and Sleep (SOMIMS).

Saat peserta mulai tertidur, panitia di atas panggung meneriakkan dan memimpin peserta melalui meditasi. Mereka juga memberikan tips untuk membantu orang tertidur, seperti mendapatkan banyak cahaya alami di siang hari dan mematikan ponsel di malam hari.

Oscar Sánchez Escandón, direktur acara dan presiden SOMIMS, mengatakan acara ini dimaksudkan untuk menyoroti “ketidaksetaraan tidur” di seluruh dunia.

“Kita hidup dalam masyarakat yang penuh dengan komitmen ekonomi, sosial dan politik, di mana segala sesuatunya penting selain istirahat. Itu bisa berdampak besar pada kesehatan,” ujarnya.

Hampir separuh orang Meksiko dilaporkan mengalami kesulitan tidur, menurut sebuah penelitian yang dilakukan oleh National Autonomous University of Mexico.

Meksiko terdaftar sebagai negara yang paling banyak bekerja berlebihan di dunia berdasarkan laporan Organisasi untuk Kerjasama Ekonomi dan Pembangunan pada tahun 2019, yang membandingkan jam kerja di antara banyak negara di seluruh dunia.

Tahun lalu, kongres Meksiko memperdebatkan usulan reformasi untuk secara resmi menurunkan jam kerja mingguan dari 48 – rata-rata di banyak negara Amerika Latin – menjadi 40, yang merupakan standar di sebagian besar dunia. Inisiatif ini diajukan oleh partai berkuasa di Meksiko, Morena, namun perdebatan tersebut kembali terjadi pada tahun 2024.

Gabriela Filio, seorang perawat berusia 49 tahun, membawa serta putrinya yang berusia 25 tahun dengan harapan generasi muda Meksiko akan mendorong keseimbangan kerja yang lebih baik.

“Kita berada di negara di mana gaji sering kali tidak bertambah. Kadang kita harus melakukan dua pekerjaan, tapi kita juga harus menjaga kualitas tidur kita,” kata Filio sambil mengulurkan tangan untuk istirahat sejenak.(abcnews)

img
Fitra Iskandar
Reporter
img
Fitra Iskandar
Editor

Untuk informasi menarik lainnya,
follow akun media sosial Alinea.id

Bagikan :
×
cari
bagikan