sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Kesalahan umum pemakaian antibiotik

WHO menggolongkan resistensi antibiotik sebagai ancaman global karena dapat memperparah penyakit.

Indah Nawang Wulan
Indah Nawang Wulan Selasa, 02 Mar 2021 11:02 WIB
Kesalahan umum pemakaian antibiotik
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 1.341.314
Dirawat 153.074
Meninggal 36.325
Sembuh 1.151.915

Banyak masyarakat yang ketika dirasa penyakitnya sudah sembuh namun tidak melanjutkan pemakaian antibiotiknya. Padahal, pemakaian antibiotik saat menjalani pengobatan wajib habis diminum. 

Kesalahan dalam pemakaian antibiotik dapat menyebabkan kondisi, di mana obat tidak bisa membunuh bakteri dan dapat berakibat fatal. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menggolongkan resistensi antibiotik sebagai ancaman global karena dapat memperparah penyakit, kecacatan, hingga kematian.

Ada tiga kesahalan besar dalam penggunaan antibiotik, yaitu:

1. Tidak digunakan sesuai dengan tujuan pengobatan
Hal ini sangat wajib diperhatikan. Konsumsi antibiotik secara bebas untuk penyakit yang tidak disebabkan oleh bakteri dapat mengganggu sistem kekebalan tubuh. Konsumsi antibiotik bebas dapat menganggu bakteri baik pada usus. Itulah sebabnya Ketua Resistensi Antimikroba Nasional, Hari Paraton mengatakan, sebanyak 80% penyakit tidak perlu antibiotik.

Sponsored

2. Tidak tepat dosis
Dilansir dari CNN Indonesia, perwakilan WHO Indonesia, Benjamin Sihombing mengungkapkan, membeli antibiotik tanpa resep dokter merupakan kesalahan yang kerap terjadi di negara berkembang. Faktanya, antibiotik digunakan berdasarkan resep dokter yang dosisnya sudah ditentukan.

3. Membeli antibiotik yang berbeda
Faktanya, dokter menentukan jenis antibiotik berdasarkan jenis kuman pada penyebab infeksi dan reaksinya terhadap antibiotik. 

Selalu diingat, konsumsi antibiotik harus dihabiskan dan jangan dikonsumsi sembarangan hingga menyalahi aturan. Hal tersebut menyebabkan antibiotik tidak akan bekerja dengan efektif atau justru menimbulkan efek samping yang berbahaya. (dari berbagai sumber)

Berita Lainnya