sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Ternyata, makanan dan minuman manis itu berbahaya untuk buka puasa

Ketua Indonesia Sport Nutritionist Association (ISNA) Rita Ramayulis memberikan saran sejumlah jenis makanan atau minuman untuk buka puasa.

Valerie Dante
Valerie Dante Sabtu, 11 Mei 2019 11:52 WIB
Ternyata, makanan dan minuman manis itu berbahaya untuk buka puasa

Saat menjalankan ibadah puasa, kita mengistirahatkan kerja saluran pencernaan tubuh selama beberapa jam. Untuk itu, sangat penting untuk memperhatikan jenis makanan atau minuman yang dikonsumsi saat berbuka puasa untuk memastikan tubuh mendapatkan asupan yang dibutuhkan.

Ketua Indonesia Sport Nutritionist Association (ISNA) Rita Ramayulis memberikan saran sejumlah jenis makanan atau minuman yang sebaiknya tidak dijadikan menu berbuka puasa.

Makanan manis untuk berbuka puasa. / Youtube

1. Makanan dan minuman manis

Rita menilai bahwa orang Indonesia umumnya berbuka puasa dengan mengonsumsi hidangan yang manis agar memberi sensasi segar, padahal seharusnya hal itu dihindari.

"Makanan atau minuman yang terlalu manis akan meningkatkan kadar glukosa darah yang kemudian akan merangsang produksi insulin berlebihan dan berujung pada fatigue atau kelelahan," jelas Rita kepada Alinea.id.

Dia menerangkan bahwa ketika kadar glukosa darah melambung, secara otomatis tubuh akan berupaya menurunkannya dengan memproduksi insulin. Gula yang berlebihan akan merangsang produksi insulin yang berlebihan juga.

Insulin, lanjutnya, akan memproses gula menjadi energi cadangan atau yang disebut glikogen. Dalam proses ini, gula akan turun secara cepat dan akibatnya tubuh akan merasakan fatigue.

Sponsored

"Maka tidak heran ketika orang berbuka puasa dengan makanan atau minuman yang terlalu manis, yang dirasakan justru kelelahan, bukan rasa segar," ungkapnya.

Selain itu, Rita mengatakan bahwa gula berlebihan juga akan merangsang produksi asam lambung secara tinggi sehingga saluran pencernaan menjadi nyeri dan tidak nyaman.

Lebih lanjut lagi, Rita menjelaskan, konsumsi gula berlebihan berpotensi meningkatkan produksi hormon kortisol atau yang kerap disebut sebagai hormon stres.

"Asupan gula yang terlalu tinggi memicu kerja serotonin yang nantinya menghasilkan hormon kortisol berlebihan. Kalau tingkat stres kita menjadi tinggi, itu pasti akan mengganggu jalannya ibadah puasa juga," jelas Rita.

Konsumsi gula saat berbuka puasa juga dapat merusak mikroflora usus. Mirkoflora, jelas Rita, dapat diartikan sebagai gerbang pertahanan usus yang berfungsi sebagai sistem imunitas awal.

Secara sederhana, mikroflora bertugas untuk melindungi dan mencegah masuknya virus maupun bakteri melalui saluran pencernaan.

"Kalau ada konsumsi gula berlebih, mikroflora akan melemah, dia akan kuat ketika ada serat masuk," kata dia. "Intinya, mengonsumsi makanan dan minuman yang manis saat berbuka puasa akan menurunkan sistem kekebalan tubuh kita."

Kemudian, Rita menerangkan bahwa gula berlebih dapat menurunkan kemampuan sel darah putih dalam melawan bakteri.

"Artinya, konsumsi gula berlebihan justru menjadikan kondisi tubuh kita rentan dan berujung pada kondisi tidak bugar," tuturnya.

Minuman dingin. / Pixabay

2. Minuman dingin

Rita juga menyarankan agar tidak berbuka puasa dengan minuman yang terlalu dingin. Pasalnya, karena suhu terlalu dingin, cairan tidak dapat segera diserap oleh tubuh.

"Umumnya waktu berbuka puasa itu tubuh kita dalam kondisi sedikit dehidrasi karena sudah sekian jam tidak memasukkan cairan," jelasnya. "Seharusnya, saat berbuka puasa, cairan yang kita konsumsi itu bisa langsung rehidrasi tubuh"

Namun, minuman yang terlalu dingin tidak dapat segera menggantikan cairan tubuh yang telah hilang karena harus melalui proses penyamaan suhu tubuh terlebih dahulu.

Gorengan. / Pixabay

3. Makanan yang digoreng

Rita mengungkapkan, makanan yang paling lama dicerna dan membuat organ pencernaan bekerja berat adalah makan dengan lemak tinggi yakni makanan yang digoreng dengan minyak. 

"Ketika kita langsung berbuka puasa dengan makanan yang digoreng, makanan itu akan sulit dicerna dan malah memberatkan kerja banyak organ. Pada akhirnya, hanya akan menghambat metabolisme tubuh," jelas dia.

Dia menyarankan untuk mengonsumi makanan yang digoreng pada saat makan malam ketika tubuh sudah beradaptasi dan melalui proses rehidrasi yang baik.

"Kalau dijadikan makan malam, boleh saja, karena biasanya makan malam itu lebih lengkap dengan sayur dan buah. Jadi, makanan yang digoreng menjadi lebih mudah dicerna tubuh," ungkapnya.

Kopi. / Pixabay

4. Minuman berkafein

Saat berbuka puasa, Rita menganjurkan untuk tidak menenggak minuman berkafein sebab dapat menstimulasi produksi asam lambung berlebihan.

Asam lambung yang terlalu tinggi, ujarnya, dapat berujung pada gangguan pencernaan gastroesophageal reflux disease (GERD) atau acid reflux.

"Konsumsi kopi atau teh yang mengandung kadar kafein tinggi serta makanan yang terlalu pedas atau asam akan merangsang produksi asam lambung," jelasnya.

Sama seperti makanan yang digoreng, Rita menyarankan agar minuman berkafein dikonsumsi setelah perut telah terisi dengan makanan berserat.