sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Izin sakit tapi nonton Inggris vs Denmark di stadion, Nina dipecat kantornya

Dia tidak terlalu menyesal kehilangan pekerjaan karena menonton semifinal Euro 2020. Ia menganggapnya itu harga yang akan ia bayar selamanya

Fitra Iskandar
Fitra Iskandar Jumat, 09 Jul 2021 20:32 WIB
Izin sakit tapi nonton Inggris vs Denmark di stadion,  Nina dipecat kantornya

Bolos kerja dengan alasan sakit tetapi pergi ke stadion menonton pertandingan sepakbola, mungkin ide yang perlu direncanakan secara matang. Setidaknya, tutupilah wajah Anda, dan yang lebih penting lagi, jangan duduk di belakang gawang. Nina Farooqi kehilangan pekerjaan karena itu.

Ceritanya 

Nina 37, tak mau melewatkan kesempatan melihat langsung pertandingan Inggris vs Denmark, di semifinal Euro 2020. Tetapi dia bingung, karena dia harus masuk kerja. Akhirnya dia bersiasat. Bilang sakit kepada bosnya, agar tidak masuk kantor dan pergi ke Stadion.

Dia tidak mau terus-terang karena keburu pesimistis tidak akan diberikan izin, pasalnya kantor sedang kekurangan orang.

Nina akhirnya pergi bersama temannya. Dia begitu antusias dan mempersiapkan diri seperti suporter lainnya. Melengkapi diri dengan atribut Timnas Inggris. Dia membawa bendera Inggris yang besar untuk membalut tubuhnya.

Sampai di stadion, sebenarnya Nina gugup karena bangkunya tepat di belakang gawang. Tetapi dia menghibur diri bahwa keberadaannya di stadion tidak akan terdeteksi kantornya. Bagaimana mungkin ia bisa terlihat di antara 66 ribu suporter yang memenuhi stadion itu. 

Masalahnya dia larut dalam eforia. Gol Inggris di babak pertama membuat kewaspadaannya buyar. Ia berteriak lompat kegirangan dan sorotan kamera segera menyambarnya. Ini seperti tahanan yang sedang kabur tetapi lampu sorot menara penjara meneranginya. 

Bukan hanya orang kantornya yang menyadari keberadaan sosok pegawainya itu di stadion, wajahnya ada di semua televisi di seluruh dunia. Setelah memeriksa teleponnya di babak pertama, setelah gol itu dia baru sadar bahwa penyamarannya telah benar-benar terbongkar.

Sponsored

"Kami ada di seluruh berita, wajah saya ada di setiap layar televisi di seluruh dunia - saya punya teman dari Australia dan Amerika yang memberi tahu saya bahwa mereka telah melihat saya," cerita Nina.

“Saya bahkan ada di Instagram story Stacey Dooley. Ponsel saya meledak. Seluruh dunia telah melihat saya merayakannya?'"

Setelah larut dalam kegembiraan karena Inggris menang 2-1, Nina harus kembali ke kehidupan nyata dengan sambutan yang pahit. Kantor memecatnya.  

"Mereka mengatakan mereka melihat saya berada di permainan, dan saya jujur ​​tentang mengapa saya melakukannya. Tapi saya tidak mendapatkan simpati sama sekali dan mereka mengatakan itu saja," katanya.

Charles Taylor, direktur di Composite Prime tempat Nina bekerja, mengatakan Nina telah melakukan pelanggaran kontrak.

“Ini adalah waktu yang menyenangkan bagi semua orang di Inggris. Kami akan mendorong kehadiran ke pertandingan sepak bola yang begitu penting. Sayangnya pada kesempatan ini karyawan kami berbohong, mengambil libur satu hari karena sakit tetapi menghadiri pertandingan sepak bola."

"Ini melanggar kontrak kerjanya sehingga kami tidak punya pilihan selain mengambil tindakan yang sesuai. Sebagai bisnis, kami menghargai kejujuran dan integritas, dan kami tidak menoleransi karyawan mana pun yang memanfaatkan kebijakan kami," jelas dia.

Nina merasa campur aduk. Satu sisi dia merasakan kegembiraan hebat. Sebagai penggemar berat sepakbola, dia begitu senang menyaksikan Inggris mencetak kemenangan bersejarah. Tetapi di sisi lain, ia harus kehilangan pekerjaan.

"Emosinya campur aduk: kami lolos ke final, saya masih setinggi itu, tetapi saya juga kehilangan pekerjaan saya.Teman saya mendapatkan tiket dan tahu saya akan melakukan apa saja untuk menonton itu. Tidak mungkin saya menolaknya," kata Nina.

Nina membagikan pengalaman masa kecilnya, untuk menjelaskan betapa berartinya pertandingan itu baginya. Ini adalah momen yang ditunggu-tunggu sejak 25 tahun lalu. Dia ingat betul bagaimana hancurnya hati dia ketika Gareth Southgate gagal penalti, sehingga kalah dari Jerman di semifinal Euro 1996. 

"Ini tidak terjadi sejak tahun 1996, saya ingat dengan jelas, saya menangis di sofa ibu saya ketika Gareth Southgate gagal mengeksekusi penalti, Sepak bola adalah hidup saya."

Maka itu dia tidak terlalu menyesal kehilangan pekerjaan karena menonton semifinal Euro 2020. Ia menganggapnya itu harga yang akan ia selalu bayar, jika memang harus.

“Itu keputusan mereka dan konsekuensi dari apa yang saya lakukan. Ada sedikit penyesalan, tidak ada yang ingin dipecat, tapi kemudian saya juga akan membenci jika melewatkan kesempatan (menonton) itu. Aku akan melakukannya lagi."

Berita Lainnya