sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Penyebab dan pencegahan keguguran pada masa kehamilan

Salah satu masalah yang paling sering terjadi pada kehamilan adalah kelainan kromosom yang dapat berakibat pada keguguran.

Silvia Ng
Silvia Ng Rabu, 08 Sep 2021 17:54 WIB
Penyebab dan pencegahan keguguran pada masa kehamilan

Berdasarkan penelitian, satu dari enam wanita atau sekitar 15% wanita mengalami keguguran saat sedang hamil. Keguguran adalah berakhirnya kehamilan pada usia kurang dari 20 minggu atau berat janin yang kurang dari 500 gram.

Berakhirnya suatu kehamilan lazimnya disertai dengan nyeri perut bagian bawah dan pendarahan. Namun, tidak menutup kemungkinan keguguran terjadi pada kehamilan yang janinnya tidak berkembang sehingga biasanya ibu tidak menyadari hal tersebut.

Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan Ivan Maurits Sondakh mengatakan, salah satu masalah yang paling sering terjadi pada kehamilan adalah kelainan kromosom yang dapat berakibat pada keguguran.

“Adanya kelainan kromosom. Seperti kita ketahui manusia ini terdiri dari struktur genetika. Ini yang paling sering, bisa 50-70% pada keguguran yang terjadi, dan biasanya tidak berulang,” katanya dalam webinar, Rabu (8/9).

Menurutnya, kelainan kromosom merupakan kelainan yang paling sulit untuk dicari faktor penyebabnya. Alasannya, pemeriksaan kromosom biasanya dilakukan di laboratorium yang lebih lengkap.

Penyebab berakhirnya suatu kehamilan
Ivan menyebutkan terdapat beberapa faktor yang dapat menyebabkan berakhirnya suatu kehamilan, seperti kondisi kesehatan ibu, kondisi sperma suami, dan faktor-faktor luar lainnya.

“Kemudian, faktor-faktor lain adalah usia. Semakin muda dan semakin tua, kualitas sel telur dan sel spermanya mungkin kurang baik, bisa meningkatkan risiko,” jelasnya.

Pada kondisi kesehatan ibu, lanjut dia, mungkin saja disebabkan oleh hormonal, infeksi, mengidap penyakit kronis, diabetes, kronis, auto imun, ataupun kelainan organ reproduksi.

Sponsored

Langkah pencegahannya
Ivan menyarankan agar pasangan suami-istri melakukan persiapan sebelum kehamilan sehingga risiko terjadinya keguguran menjadi lebih rendah. Berikut beberapa tips perencanaan kehamilan:

Pertama, persiapkan pola hidup yang baik, seperti pola makan dan minum sehat yang teratur, mengonsumsi vitamin, olahraga teratur, dan lain sebagainya.

Kemudian, hindari kebiasaan buruk, seperti merokok dan konsumsi alkohol.

Selanjutnya, konsultasikan kepada dokter apabila memiliki penyakit kronis.

Selain itu, Ivan juga menyarankan untuk melakukan pre-marital check up yang dapat dilakukan pasangan yang akan menikah ataupun sudah menikah agar dapat melakukan langkah-langkah preventif.

Berita Lainnya