sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Mengenal penyebab Lyme, penyakit yang diderita Justin Bieber

Justin Bieber baru-baru ini mengaku menderita penyakit Lyme disease. Apa itu?

Alia Kirana
Alia Kirana Jumat, 10 Jan 2020 12:25 WIB
Mengenal penyebab Lyme, penyakit yang diderita Justin Bieber
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini

Penyanyi dan penulis lagu Justin Bieber baru-baru ini mengaku menderita penyakit Lyme disease. Suami Hailey Baldwin itu mengungkapkan hal tersebut di sebuah unggahan di Instagram-nya. Unggahan tersebut mendapat jutaan like dan puluhan ribu komentar.

Justin menulis bahwa penyakit tersebut telah memengaruhi kondisi kulit, fungsi otak, energi, dan kesehatannya secara keseluruhan.

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

While a lot of people kept saying justin Bieber looks like shit, on meth etc. they failed to realize I've been recently diagnosed with Lyme disease, not only that but had a serious case of chronic mono which affected my, skin, brain function, energy, and overall health. These things will be explained further in a docu series I'm putting on YouTube shortly.. you can learn all that I've been battling and OVERCOMING!! It's been a rough couple years but getting the right treatment that will help treat this so far incurable disease and I will be back and better than ever NO CAP

Sebuah kiriman dibagikan oleh Justin Bieber (@justinbieber) pada

Mengutip CNN, Lyme adalah penyakit yang disebabkan oleh kutu di Amerika Serikat. Gejala yang muncul dari penyakit ini berupa demam, menggigil, sakit badan, pembengkakan kelenjar getah bening, leher kaku, sesak napas, sakit kepala, kelelahan, dan ruam.

Mula-mula, penderita biasanya akan mendapati benjolan merah kecil yang mungkin terlihat seperti gigitan nyamuk. Selang tiga hari sampai sebulan, ruam yang berasa dari benjolan merah kecil itu mulai muncul dan membesar.

Ruam ini biasanya tidak gatal atau menyakitkan, tapi area tersebut terasa sedikit hangat ketika disentuh. Sekitar 70% sampai 80% orang dengan penyakit Lyme mengalami ruam, lalu berkembang di lebih dari satu area pada beberapa pasien.

Jika tidak diobati, infeksi dapat menyebar ke persendian, jantung, dan sistem saraf. Hal ini kemungkinan menyebabkan nyeri persendian dan pembengkakan.

Sponsored

Setelah beberapa minggu hingga berbulan-bulan, pasien mungkin juga mengalami pembengkakan pada selaput yang mengelilingi otak, kelumpuhan sementara pada satu sisi wajah, dan mengalami brain fog alias pelupa atau kebingungan.

Mengutip Webmd, penyakit Lyme disebabkan oleh bakteri Borrelia burgdorferi yang ditularkan ke manusia melalui gigitan kutu. Kutu berkaki hitam (Ixodes scapularis), juga dikenal sebagai kutu rusa, membawa bakteri yang menyebabkan infeksi Lyme. 

Nah, bila berencana berlibur ke Amerika Serikat, Anda perlu berwaspada terhadap penyakit ini. Untuk melindungi diri, Centers for Disease Control and Prevention (CDC) merekomendasikan untuk menggunakan obat nyamuk dengan konsentrasi DEET (Diethyl-meta-toluamide) setidaknya 20% dan menghindari daerah berhutan dengan rumput tinggi, tempat kutu paling sering ditemukan.

Jika sering beraktivitas di luar rumah, Anda disarankan untuk sering mandi. Bila ingin mendaki gunung dengan jalur melewati hutan, bisa mengenakan pakaian lengan panjang, celana panjang, dan topi. Menurut CNN, ada 30.000 kasus terkait penyakit Lyme setiap tahun di Amerika Serikat. Sementara itu, hampir 300.000 orang Amerika Serikat jatuh sakit karena penyakit Lyme setiap tahun. Orang-orang yang jatuh sakit menjadi semakin banyak di tengah suhu hangat. Sejak 2004, jumlah kasus penyakit Lyme terus bertambah dua kali lipat di Amerikat Serikat.

Berita Lainnya