sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Mengenal kanker ginjal yang diidap Vidi Aldiano

Ada beberapa faktor yang meningkatkan potensi seseorang terkena kanker ginjal. Apa saja?

Robertus Rony Setiawan
Robertus Rony Setiawan Sabtu, 14 Des 2019 09:56 WIB
Mengenal kanker ginjal yang diidap Vidi Aldiano

Penyanyi Vidi Aldiano bersiap menjalani operasi setelah didiagnosis mengalami kanker ginjal. Dalam siaran video melalui akun Instagramnya, Jumat siang (13/12), pelantun lagu “Nuansa Bening” itu mengungkapkan kondisi fisiknya setelah beberapa kali melakukan pemeriksaan di Singapura.

I have cancer. Mohon doanya, dan mohon maaf apabila selama ini ada salah kata atau perbuatan. I love you guys. Begitu tulis Vidi dalam caption unggahan di akun Instagramnya.

Vidi juga meminta dukungan doa dan permohonan maaf atas penundaan sejumlah jadwal manggungnya.

Dalam video sepanjang dua menit 14 detik itu, Vidi menceritakan beberapa hari belakangan dia bolak-balik ke Singapura untuk memeriksakan kesehatannya. Sesudah menjalani prosedur pengecekan kesehatan, Vidi mengatakan bahwa pekan lalu dia diberitahu mengidap kanker ginjal.

“Baru minggu lalu gua baru dapat kabar bahwa gua punya cancer di ginjal gua. Tepatnya di ginjal kiri gua,” ucap Vidi.

Selanjutnya, hari ini Vidi akan menjalani operasi pengangkatan kanker. Vidi juga meminta dukungan kepada warganet untuk mendoakan agar operasi kanker ginjalnya berjalan lancar.

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Mohon doanya, dan mohon maaf apabila selama ini ada salah kata atau perbuatan. I love you guys

Sebuah kiriman dibagikan oleh #ʀᴇᴀᴅʏғᴏʀʟᴏᴠᴇ (@vidialdiano) pada

Sponsored

Vidi akhir November lalu baru saja menyabet penghargaan di Anugerah Musik Indonesia (AMI) Awards untuk kategori Duo/Grup/Grup Kolaborasi Urban Terbaik. Dia meraih prestasi itu berkat kolaborasinya bersama Sheryl Sheinafia dan Jevin Julian lewat lagu “I Don't Mind”.

Sheryl yang kenal akrab dengan Vidi memberikan dukungan semangat kepada sahabatnya itu.

“I love you!!! You're gonna be alright, I know it!!!” tulis Sheryl.

Dokter spesialis kanker Aru Wicaksono Sudoyo mengatakan ada beberapa faktor yang meningkatkan potensi seseorang terkena kanker ginjal. Salah satunya ialah riwayat konsumsi atau perlakuan medis tertentu. Hal ini antara lain mencakup konsumsi obat-obatan anti peradangan, pencucian darah atau dialisis, riwayat pengobatan kanker leher rahim (serviks) atau testis, dan infeksi hepatitis C.

Selain itu, keturunan juga berpotensi menurunkan penyakit kanker ginjal. Mutasi pada gen-gen tertentu adalah penyebab penyakit ini dapat menurun.

“Kanker ginjal biasanya terjadi pada pria. Kebiasaan merokok juga bisa memicu. Pada tahap awal, biasanya kanker ginjal tidak memiliki gejala tertentu atau spesifik,” kata Aru, ketika dihubungi pada Jumat (13/12).

Aru menjelaskan, kanker ginjal merupakan suatu jenis kanker dengan pertumbuhan sel tidak terkendali pada ginjal. Tumor ini biasanya padat, namun juga dapat memiliki beberapa komponen kista. Jenis kanker ginjal umum ditemui ialah karsinoma sel ginjal, yang mencapai 80% dari total kasus penyakit kanker ginjal.

Di sisi lain, catatan American Cancer Society (2019) telah memperkirakan banyaknya kasus tentang kanker ginjal selama 2019, yaitu sebanyak hampir 74.000 kasus. Kanker ginjal bisa menyerang laki-laki atau perempuan dan merupakan salah satu dari 10 kanker yang paling sering ditemukan pada manusia.

Penanganan penyakit kanker ginjal umumnya dengan menjalani terapi biologis dan imunoterapi. Adapun metode pengobatan kanker ginjal terbaru meliputi teknik pengikisan (ablasi) dan krioterapi (terapi beku). Teknik pengikisan melibatkan penghancuran tumor tanpa membuangnya.

Berita Lainnya