logo alinea.id logo alinea.id

TIPS KEUANGAN: Bijak atur persiapan berlibur

Mengambil masa jeda untuk berlibur umumnya menjadi sebuah kebutuhan masyarakat perkotaan. Simak tips bijak atur liburan.

Robertus Rony Setiawan
Robertus Rony Setiawan Minggu, 21 Apr 2019 15:02 WIB
TIPS KEUANGAN: Bijak atur persiapan berlibur

Mengambil masa jeda untuk berlibur umumnya menjadi sebuah kebutuhan masyarakat perkotaan. Padatnya kesibukan, baik dalam pekerjaan, sekolah, dan aktivitas lainnya menjadikan pelesir sebagai salah satu kebutuhan yang bermanfaat untuk melepas kejenuhan.

Bagi Anda yang ingin memanfaatkan masa libur akhir pekan atau libur panjang dengan bepergian ke tempat yang jauh, penting untuk menyusun rencana berlibur dengan tepat. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum melaksanakan perjalanan wisata untuk berlibur.

Seorang penulis blog wisata, Ashari Yudha, mengatakan, tahap pertama dan paling penting dilakukan dalam perencanaan liburan adalah memperkirakan biaya pengeluaran dengan anggaran pribadi. 

Dari pengalamannya berwisata keliling beberapa kota di Indonesia, dia akan lebih dulu menentukan tanggal keberangkatan. Jadwal keberangkatan ini harus disesuaikan dengan durasi atau jangka waktu berlibur dan tempat-tempat wisata yang akan dikunjungi.

Tak kalah penting, setiap perubahan harga tiket masuk tempat wisata dan tiket transportasinya harus dicek secara berkala. “Perhitungkan budget detail dengan sering mengecek Google, berapa harga tiket masuk wisata dan ongkos transportasi. Ini akan membantu banget liburan agar tidak melebihi budget,” kata Ashari yang mendirikan portal daring Catatan Backpacker yang menyediakan informasi dan tips berwisata.

Kebutuhan untuk berbelanja juga perlu disusun untuk mencegah membeli barang yang belum terlalu dibutuhkan. Dengan begitu, pengeluaran bisa dikontrol agar tidak berlebihan. “Jangan sampai kebanyakan belanja, malah jadi keteteran membeli kebutuhan yang kurang penting,” ujarnya.

Setelah memastikan tempat tujuan yang menjadi lokasi wisata, perlu diperhatikan ketersediaan transportasi umum di negara atau kota tempat wisata. Bahkan, beberapa negara memberikan kemudahan bagi wisatawan asing dalam menggunakan transportasi umum. 

Misalnya, di Jepang, fasilitas Japan Rail (JR) Pass cukup memadai sebagai solusi perjalanan ideal untuk mengunjungi tempat-tempat terbaik di Negeri Matahari Terbit itu. JR Pass ini biayanya lebih terjangkau dan mudah digunakan dibandingkan dengan layanan kereta api individual.

Sponsored

Muhammad Putra Setia yang juga setia membuat ulasan tentang pengalaman travelling, mengungkapkan, kemudahan-kemudahan yang ada di setiap negara tujuan wisata perlu diketahui oleh calon pelancong.

Kebudayaan, aturan, dan prasarana umum di negara tujuan setidaknya perlu diketahui secara umum sebagai persiapan berlibur. Ini akan membantu kita untuk menjalani masa liburan yang efektif, terarah, dan lebih menyenangkan.

“Beberapa negara memiliki harga spesial untuk turis. Selain JR Pass di Jepang, Travelcard di Inggris juga memberikan pelayanan khusus yang ringan diongkos,” ucap Putra.

Di samping itu, Putra juga punya tips yang dapat menghemat pengeluaran, khususnya selama di perjalanan. “Bawa tumbler buat minum sendiri jauh lebih hemat dibandingkan berulang kali beli air mineral di negara orang. Lebih ramah lingkungan,” kata dia.

Di sisi lain, setiap perencanaan perjalanan berlibur kini semakin mudah dengan tersedianya akses informasi bagi peminat traveling. Salah satunya melalui penyelenggaraan travel fair

Diselenggarakan oleh perusahaan maskapai penerbangan dan jasa transportasi lainnya, travel fair menjanjikan kemudahan bagi publik untuk memperoleh tiket murah. Sebab, dalam setiap penyelenggaraan travel fair, beberapa maskapai menawarkan promo-promo khusus. Beberapa di antaranya ialah promo tiket pesawat ke berbagai destinasi, tiket atraksi, dan sewa paket internet.

Poin lain yang juga penting dipersiapkan adalah menentukan tempat penginapan yang hemat tapi tetap nyaman. Putra menyarankan, hostel dapat menjadi pilihan cerdas untuk menghemat pengeluaran. 

Baginya, hostel memungkinkan untuk mengeluarkan biaya lebih kecil karena satu ruangan kamar hostel dapat menampung lebih banyak orang. Untuk mengakses pilihan tempat akomodasi dan penginapan, Ashari Yudha memberi rujukan aplikasi Couchsurfing dan AirBnB. Kedua aplikasi ini memberi banyak pilihan tempat menginap dengan harga terjangkau.

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Mungkin foto modelan kayak gini di pulau Kelor udah mainstream abis, hampir semua orang melakukan hal yang sama —pake kopi ala koboi lalu berfoto bersama pasangan. . Tapi bagi saya pribadi, tak ada bedanya antara mengambil foto yang mainstream atau yang gak mainstream. Karena ketika levelnya udah berubah, mainstream itu bukan jadi masalah, yang jadi masalah adalah “fotonya sama siapa” ????????. . Dimulai dari yang deket-deket dulu di Komodo, siapa tau ntar ada rejekinya buat lebih jauh lagi. . Minimal lebaran kali ini pertanyaan menyebalkan tentang “kapan nikah” bakal gak ada ????. . Tips ke pulau Kelor: nanjaknya sih gak nyiksa, tapi turunnya rada nyebelin. Gak perlu naik sampai atas, view dari tengah juga udah bisa secakep yang diatas asal ngambil fotonya bener. Dan siapin sunblock tebel karena dijamin autogosong, gak ada tempat neduh. . Trip with @lookindonesia.adventure

A post shared by Travel Blogger | Ashari Yudha (@catatanbackpacker) on