sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Bahaya aborsi dan ancaman hukumannya

Secara umum, nyaris setengah dari semua perempuan yang melakukan aborsi di Indonesia pergi ke dukun bersalin dan dukun tradisional.

Manda Firmansyah
Manda Firmansyah Kamis, 05 Mar 2020 06:31 WIB
Bahaya aborsi dan ancaman hukumannya
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 404.048
Dirawat 60.569
Meninggal 13.701
Sembuh 329.778

Menurut riset Guttmacher Institute, pemilihan perempuan untuk aborsi yang digunakan bervariasi, tergantung tempat tinggal. Rumah sakit dan staf pelayanan alat kontrasepsi, dokter spesialis kandungan, dan bidan melakukan sekitar 85% aborsi di tempat layanan kesehatan di kota. Sementara dukun bersalin melakukan sekitar 15% aborsi.

Secara umum, nyaris setengah dari semua perempuan yang melakukan aborsi di Indonesia pergi ke dukun bersalin, dukun tradisional, atau ahli pijat.

Guttmacher Institute menyebut, perempuan yang melakukan aborsi di klinik, hanya 38% yang melaporkan bahwa prosedur yang digunakan adalah aspirasi vakum. Metode aborsi ini merupakan prosedur yang aman.

Sisanya, sebanyak 25% menggunakan pengobatan oral dan dipijat, 13% medikasi aborsi yang disuntikan, 8% memasukkan benda asing ke dalam vagina atau rahim, 8% paranormal, 5% menggunakan jamu-jamuan atau ramuan lain yang dimasukkan ke dalam vagina atau rahim, dan 4% akupuntur.

Sponsored

Infografik aborsi. Alinea.id/Oky Diaz.

Berita Lainnya