sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Celah-celah keamanan WhatsApp

Peretasan akun WhatsApp kembali marak.

Marselinus Gual
Marselinus Gual Jumat, 01 Mei 2020 08:34 WIB
Celah-celah keamanan WhatsApp
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 64958
Dirawat 31798
Meninggal 3241
Sembuh 29919

Aplikasi tukar pesan WhatsApp kian marak menjadi sasaran peretas. Terbaru, pegiat demokrasi Ravio Patra diretas akunnya sebelum ditangkap polisi pada 22 April 2020. Dalam kasus itu, peretas menyebar pesan-pesan provokatif dari ponsel Patria.

Dua hari berselang, giliran akun WhatsApp seniman grafis Danton Sihombing yang diretas. Dalam kasus itu, pelaku membajak akun Danton untuk menipu. Kasus itu kini ditangani Direktorat Cyber Crime Polda Metro Jaya.

Di luar negeri, kasus peretasan dengan berbagai modus juga menimpa sejumlah figur publik. Pada 2018, CEO Amazon Jeff Bezos pernah diretas akun WhatsAppnya via pesan video yang ia terima. Dalam video itu tersimpan malware yang "ditugaskan" memata-matai aktivitas Bezos. 

Pakar keamanan siber Alfons Tanujaya mengatakan peretasan WhatsApp marak karena aplikasi bertukar pesan itu paling banyak digunakan di Indonesia. Dalam sejumlah kasus, kata Alfons, korban peretasan ialah publik figur.

Sponsored

"Publik figur (jadi target karena) memang datanya mudah diketahui sehingga mengambil alih nomor WhastApp itu sangat mudah," kata Alfons kepada Alinea.id di Jakarta, Rabu (29/4) lalu.  

Menurut dia, secara teknis akun WhatsApp juga mudah diretas. Ia mencontohkan modus membajak akun dengan duplikasi kartu SIM. Peretas, kata Alfons, hanya perlu membeli kartu dengan nomor korban dan mencari one time pasword (OTP) WhatsApp pengguna.

Infografik Alinea.id/Dwi Setiawan

Berita Lainnya