sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Gig economy dan dampaknya

Beberapa pekerjaan yang terkait gig economy, di antaranya IT, penulisan, dan akuntansi.

Kudus Purnomo Wahidin
Kudus Purnomo Wahidin Jumat, 31 Des 2021 06:19 WIB
<i>Gig economy</i> dan dampaknya

Menurut pengajar di Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Indonesia (UI) Telisa Aulia Falianty dalam “Fenomena Gig Economy, Informalitas dan Prekariat di Pasar Kerja, dan Pancemic Economy”, ekonomi gig adalah sistem kerja yang umumnya lembaga atau perusahaan lebih memilih merekrut pekerja independen atau kontrak jangka pendek.

Yeremias T. Keban, Ari Hernawan, dan Arif Novianto dalam buku Menyoal Kerja Layak dan Adil dalam Ekonomi Gig di Indonesia (2021) menyebut, pekerja gig tumbuh di tengah perkembangan teknologi digital yang pesat.

Tren ini berkembang di negara-negara maju. Di Inggris diperkirakan ada 1,1 juta orang bekerja dalam ekonomi gig. Sedangkan di Amerika Serikat, sekitar 8% warganya, dan naik menjadi 16% warga berusia 18-29 tahun merupakan pekerja gig.

“Di Indonesia sendiri, ada 4,55% dari total tenaga kerja produktif, atau sekitar 5,89 juta orang pada 2019 bekerja sebagai pekerja gig,” tulis Yeremias, Ari, dan Arif.

Sponsored

Infografik ekonomi gig. Alinea.id/Enrico P.W.

Berita Lainnya