Mencari jodoh lewat kontak jodoh

Sahabat pena, kontak jodoh, dan konsultasi asmara menjadi rubrik khusus dalam majalah lawas yang ditunggu sejumlah pembaca.

Mencari jodoh lewat kontak jodoh Ilustrasi muda-mudi zaman dahulu menyatakan cintanya melalui surat. /Variasi edisi 14 November 1969.

Dahulu, surat-menurat menjadi alat komunikasi penting, sebelum era internet mulai berkembang. Orang-orang yang ingin mencari jodoh, berkenalan, dan konsultasi asmara, biasanya mengirim surat kepada pengelola rubrik khusus di sejumlah media cetak.

Rubrik khusus untuk saling mengenal sesama remaja, yang hingga kini dikenal dengan istilah “sabahat pena”, tampaknya ada lebih dahulu di media cetak, dibandingkan rubrik konsultasi asmara dan kontak jodoh.

Rubrik-rubrik ini bisa ditemui dalam majalah-majalah terbitan 1950-an hingga 1990-an. Melalui rubrik ini, anak-anak muda saling bertukar informasi dan saling mengenal.

Pengamat media Ignatius Haryanto tak ingat kapan rubrik kontak jodoh mulai ada di media cetak. Namun, harian Kompas, kata Ignatius, pada 1980-an sudah mulai menerbitkan rubrik itu. Rubrik kontak jodoh dalam Kompas bernama “Pertemuan”, terbit setiap hari Minggu.


Berita Terkait