close icon
Scroll ke atas untuk melanjutkan
Infografik Alinea.id/Dwi Setiawan
icon caption
Infografik Alinea.id/Dwi Setiawan
Infografis
Kamis, 19 September 2019 20:07

OSO di pusaran konflik Hanura

Partai Hanura gagal meloloskan kadernya ke Senayan dan ke DPRD DKI Jakarta pada Pemilu 2019.
swipe

Partai Hanura gagal meloloskan kadernya ke Senayan dan ke DPRD DKI Jakarta pada Pemilu 2019. Padahal, Hanura punya 16 perwakilan di Gedung DPR dan 10 perwakilan di DPRD DKI Jakarta.

Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Hanura Djafar Badjeber mengatakan, Hanura gagal total di Pemilu 2019 karena konflik internal akibat munculnya dualisme kepengurusan sejak 2018, yakni antara kubu Ambhara dan kubu Manhattan. Kubu Ambhara dipimpin oleh Daryatmo sedangkan kubu Manhattan digawangi OSO. 

Konflik bermula dari mosi tidak percaya 27 DPD dan 418 DPC Hanura terhadap kepemimpinan OSO. Pria yang juga menjabat sebagai Ketua DPD RI itu dituding kerap memecat pimpinan Hanura di daerah yang tidak sejalan dengannya dan meminta mahar politik di pilkada. 

Puncak konflik terjadi saat kubu Ambhara memecat OSO sebagai ketua umum. Pemecatan OSO oleh kubu Ambhara merupakan balasan atas pemecatan Sudding sebagai sekjen. Aksi saling pecat dan saling gugat itu berlangsung hingga penghujung 2018. 

Akibat konflik berkepanjangan itu, Djafar mengungkapkan, Hanura mesti puas dengan hanya meloloskan sekitar 900 anggota legislatif di seluruh DPRD provinsi, kabupaten/kota. "Yang sebenarnya di bawah target kami, yakni 1.300 anggota legislatif," ujarnya.

Infografik Alinea.id/Dwi Setiawan

img
Kudus Purnomo Wahidin
Reporter
img
Christian D Simbolon
Editor

Untuk informasi menarik lainnya,
follow akun media sosial Alinea.id

Bagikan :
×
cari
bagikan