sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

KPI ingin sensor Youtube dan Netflix, Yosi: Gue sih santai

Yosi Project Pop menganggap, ide KPI itu reaksioner.

Robertus Rony Setiawan
Robertus Rony Setiawan Senin, 12 Agst 2019 21:26 WIB
KPI ingin sensor Youtube dan Netflix, Yosi: Gue sih santai

Penyanyi, personel Project Pop, sekaligus kreator konten Hermann Josis Mokalu atau akrab disapa Yosi, menanggapi ringan wacana Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) membatasi akses publik pada saluran Youtube, Netflix, dan Facebook.

“Gue sih santai, toh belum ada keputusan kebijakan apa-apa,” kata Yosi, ditemui usai menjadi pembicara dalam Sarasehan Penanganan Konten Digital di Museum Nasional, Jakarta Pusat, Senin (12/8).

Yosi menganggap, ide KPI itu reaksioner. “Kalau bicara soal konten asusila, ya kenapa enggak dari dulu saja,” ucap Yosi.

Yosi mengatakan, sebelum muncul kasus video youtuber Kimi Hime yang dibatasi Kominfo Juli lalu, sudah banyak konten di Youtube yang bermuatan negatif, seperti pornografi.

Selain itu, menurut dia, dampak negatif suatu konten tertentu terhadap anak-anak dapat dicegah dengan menerapkan penyaringan di bagian pengaturan. Sayangnya, menurut Yosi, masih cukup banyak orang tua yang kurang mengerti adanya pengaturan tersebut.

Yosi merupakan pembuat video konten kreatif di kanal Youtube Cameo Project. Di kanalnya ini, dia banyak memproduksi video yang mengedukasi pemanfaatan internet secara sehat. Yosi juga terlibat aktif dalam sebuah gerakan nasional literasi digital, Siberkreasi.

“Kita enggak akan kapok bikin konten yang positif, walaupun kalah dari yang hanya sekadar menghibur. Kita juga setia untuk membuat konten positif dan edukatif daripada sekadar menghibur orang lalu dilupakan,” kata Yosi.

Sebelumnya, pada Senin (5/8) Ketua KPI Pusat Agung Suprio menyatakan akan melakukan penyensoran terhadap Netflix, Youtube, dan Facebook. Wacana ini pun menimbulkan pro-kontra publik, terutama para pembuat konten kreatif.

Sponsored