sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Penyuluh pajak di Riau dilatih jurnalistik

Workshop ini sangat bermanfaat sehingga penyuluh pajak dan pegawai pajak bisa memahami cara kerja wartawan secara profesional.

Arpan Rachman
Arpan Rachman Minggu, 06 Nov 2022 22:34 WIB
Penyuluh pajak di Riau dilatih jurnalistik

Pelatihan jurnalistik untuk para penyuluh pajak dan pegawai pajak diadakan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Provinsi Riau. Digelar di Pekan Baru, 26-28 Oktober 2022, workshop ini bertajuk 'Teknik Penulisan Kegiatan pada Media Online, Cetak, dan Elektronik Penyiapan Streaming di Stasiun TV dan Stasiun Radio'. Sasaran pelatihan agar para penyuluh pajak dan kepala kantor pajak pada berbagai kabupaten di Riau memahami tugas-tugas jurnalistik.

Kepala Bidang Penyuluhan Pelayanan dan Hubungan Masyarakat Kanwil Direktorat Jenderal Pajak Riau Aspril Antomiardi Widodo mengatakan, workshop ini bertujuan untuk mengetahui cara kerja jurnalistik dan juga menghadapi jurnalis di lapangan. Sehingga upaya penyampaian target pajak ke masyarakat bisa tercapai.

Mengutip kanal RiauTV, Jumat (28/10), pelatihan ini dihadiri empat narasumber pimpinan media massa. Direktur Riau Televisi Ahmad Dardiri, Pemimpin Redaksi Tribun Pekanbaru Syarif Dayan,  Pimpinan Redaksi Riau Televisi Alseptri Ady, dan pimpinan radio SmartFM Rizal.

"Workshop ini adalah satu acara dalam rapat koordinasi khusus di bidang informasi. Jadi, dengan acara ini kita merancang bagaimana target pajak pada penutupan tahun ini bisa makin meningkat capaiannya," Aspril Antomiardi Widodo.

"Kemudian tahun depan mereka dapat menyusun program dan strategi di bidang kehumasan. Kita mengundang para ahli di bidang informasi. Setelah itu diharapkan peserta bisa menyusun program dan bagaimana kita menulis nanti. Supaya nanti bisa dipublikasikan ke masyarakat, sehingga kita semakin tahu mengenai pajak, makin memahami pajak, makin patuh pajak," tambahnya.

Menurut Direktur RiauTV Ahmad Dardiri, workshop ini sangat bermanfaat sehingga penyuluh pajak dan pegawai pajak bisa memahami cara kerja wartawan secara profesional sesuai kode etik.

"Media cetak, televisi, dan radio itu pada prinsipnya sama. Produk jurnalistik antara radio, TV, dan koran itu sama. Ada undang-undang yang mengatur tentang produk-produk yang nanti ditampilkan baik di SmartFM, Riau TV, atau Tribun Pekan Baru," kata Ahmad Dardiri.

"Jadi, ada kode etik yang memang mengatur itu. Dan kode etik itulah yang harus kami pegang. Dan sebaik-baiknya adalah kode etik itu juga dipahami olehh praktisi perpajakan kalau nanti berhubungan dengan media massa. Kode etiknya sama," pungkasnya.

Berita Lainnya
×
tekid