close icon
Scroll ke atas untuk melanjutkan
Ketua KPK, Firli Bahuri. Dokumentasi MAKI
icon caption
Ketua KPK, Firli Bahuri. Dokumentasi MAKI
Nasional
Kamis, 09 Mei 2024 08:15

Kenapa Firli tak kunjung ditahan?

“Kapolri harus dibangunkan...”
swipe

Sudah 100 hari, tersangka praktik suap, pemerasan terhadap mantan Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo atau penerimaan gratifikasi, Firli Bahuri tidak kunjung ditahan kepolisian. Kasusnya pun seakan jalan di tempat, padahal kejaksaan menunggu berkas-berkasnya.

Pakar Hukum Pidana, Abdul Fickar Hadjar mengingatkan penahanan bagi koruptor jangan dibuat larut. Padahal dengan status tersangka sudah menjadi bukti bahwa semua kelengkapan yang diperlukan cukup.

Dugaan terhadap permainan di Korps Bhayangkara pun akhirnya menguak lagi. Rekomendasi dari kejaksaan untuk pelimpahan seakan tidak dihiraukan kepolisian hingga saat ini.

“Kapolri harus dibangunkan,” kata Fickar kepada Alinea.id.

Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) mengaku sangat kecewa dengan progres dari kepolisian. Kasusnya terbilang larut dan bisa-bisa masuk kadaluarsa setelah 12 tahun tanpa disadari.

Koordinator MAKI, Boyamin Saiman menuntut kepolisian untuk segera menuntaskan pemberkasan yang diminta kejaksaan. Jangan sampai pihaknya akan menggugat pra peradilan atas lambannya kasus ini.

Selain itu, ia sangat menyayangkan bila kepolisian masih jumawa dengan dukungan masyarakat yang penuh sorak-sorai. Saat penyelidikan terhadap Firli berjalan mulus.

Namun kini macet tanpa sebab hingga lebih dari tiga bulan. Mengingat Firli adalah bekas jenderal bintang tiga, jangan kaget bila skenario di internal kepolisian mencuat.

“Kepolisian dulu dipercaya masyarakat karena berani menyelidiki ketua KPK bahkan dianggap polisi membersihkan KPK. Tapi setelah lembek begini ya nama polisi jadi jelek, KPK sama coklat saling melindungi,” ungkap Boyamin kepada Alinea.id, Rabu (8/5).

Selain isu permainan dengan kepolisian. Ada pula dugaan ketakutan bahwa Firli akan membongkar boroknya kepolisian.

Kalau ini semakin larut, kata Boyamin, lebih bakk kepolisian tidak menyelidiki sejak awal. Sebab kerugian akan lebih besar terjadi.

“Betul (dugaan permainan sesama polisi),” ucapnya.

img
Immanuel Christian
Reporter
img
Fitra Iskandar
Editor

Untuk informasi menarik lainnya,
follow akun media sosial Alinea.id

Bagikan :
×
cari
bagikan