logo alinea.id logo alinea.id

3 anggota teroris kelompok Ali Kalora tewas saat baku tembak

Ali Kalora dan kelompoknya hanya memiliki sisa senjata satu laras panjang dan dua senpi laras pendek.

Ayu mumpuni
Ayu mumpuni Jumat, 22 Mar 2019 16:44 WIB
3 anggota teroris kelompok Ali Kalora tewas saat baku tembak

Sebanyak tiga anggota kelompok teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Ali Kalora Cs tewas setelah terlibat baku tembak dengan Satgas Tinombala. Ketiga anggota yang tewas itu adalah Andi Muhamad alias Abdullah asal Makassar, Jaka Ramadhan alias Ikrima asal Banten, dan Alhaji Kaliki alias Ibrohim asal Ambon.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Mabes Polri, Brigjen Pol Dedi Prasetyo, mengatakan baku tembak antara Satgas Tinombala dan kelompok Ali Kalora terjadi di Dusun Air Teh, Desa Marete, Kecamatan Sausu, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah pada Kamis, 21 Maret 2019.

“Sekarang kami mau mengevakuasi tiga jenazah teroris itu melalui jalur udara,” kata Dedi saat ditemui di Jakarta pada Jumat, (22/3).

Menurut Dedi, ketiga anggota teroris yang tewas itu merupakan kelompok yang tidak bersama Ali Kalora ketika melarikan diri dari kejaran Satgas Tinombala. Diketahui, kelompok teroris Mujahidin Indonesia Timur berpencar membagi dua kelompok dalam pelariannya.

Dedi mengungkapkan, pergerakan kelompok teroris tersebut saat ini semakin terpojok lantaran Satgas Tinombala terus melakukan penjajakan, pemantauan dan pengejaran. Bahkan pihaknya pun telah mengetahui kekuatan senjata Ali Kalora Cs yang semakin sedikit.

"Senjata mereka tinggal satu laras panjang dan dua senpi laras pendek," ucap Dedi.

Selain senjata, anggota kelompok Ali Kalora yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) itu pun diduga terus menyusut. Saat ini kelompok tersebut hanya tersisa tujuh orang. Dengan menewaskan empat anggota Ali Kalora dalam kurun waktu dua minggu, kata Dedi, membuktikan Satgas Tinombala tidak main-main dan bertindak tegas dalam melakukan penindakan.

Lebih lanjut, Dedi mengatakan, kelompok teroris Ali Kalora dalam pelariannya kerap mengancam dan meminta perbekalan masyarakat di kawasan Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, untuk bertahan hidup. Pada 18 Maret 2019, Satgas Tinombala mendapat kabar dari masyarakat soal keberadaan pecahan kelompok Ali Kalora yang mengancam warga.

Sponsored

Sebanyak enam anggota MIT mendatangi warga yang sedang beristirahat di pondok. Menggunakan senjata, mereka mengancam warga meminta sejumlah perbekalan. Karena merasa terancam, warga tersebut menurutinya.

Dari pertemuan itu, warga mengenali beberapa anggota MIT yang mengancam meminta perbekalan tersebut, di antaranya Anas dan Mukhlas yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

“Jaringan teroris tersebut sempat mengancam warga untuk minta tambahan perbekalan beras kemudian juga jeriken berisi air dan kemudian meminta dibelikan garam, sepatu dan tas,” kata Dedi.

Selama pelariannya, kata Dedi. kelompok tersebut kerap berpindah-pindah dari desa ke desa lain, terutama desa yang mau menerima mereka.