sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

566 desa di Jatim alami kekeringan kritis

Warga mengandalkan support air dari pemerintah untuk kebutuhan sehari-hari.

Hermansah Adi Suprayitno
Hermansah | Adi Suprayitno Senin, 28 Okt 2019 16:55 WIB
566 desa di Jatim alami kekeringan kritis
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 76981
Dirawat 36636
Meninggal 3656
Sembuh 36689

Musim kemarau panjang membuat 566 desa di Jawa Timur mengalami kekeringan kritis. Akibatnya masyarakat kesulitan mendapatkan air bersih.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jatim Suban Wahyudiono, mengatakan, 566 desa yang mengalami kekeringan kritis karena sumber air sangat terbatas, sehingga warga mengandalkan support air dari pemerintah untuk kebutuhan sehari-hari.

"Persediaan air orang perhari kurang dari 10 liter. Sementara untuk mendapatkan air lokasinya jauh, sekitar tiga kilometer dari sumber air," ujar Suban saat dikonfirmasi Senin (28/10).

Beberapa daerah yang mengalami kekeringan di antaranya Kabupaten Magetan, Tulungagung, Bojonegoro, Pacitan, Tuban, Lamongan, Tuban, Bangkalan, Sampang, Pamekasan dan Sumenep. Sementara yang mengalami kekeringan kritis yakni Lumajang, Bondowoso, Probolinggo, Situbondo dan Banyuwangi.

Untuk memenuhi kebutuhan air, BPBD Jatim terus melakukan pembagian air ke beberapa wilayah yang mengalami kekeringan kritis. Mobil tangki setiap hari dioperasikan menyuplai air bersih, untuk mengisi tandon air yang sudah disiapkan.

Sementara Kepala Pusat Data, Infromasi dan Humas BNPB Agus Wibowo, mengakui beberapa daerah masih mengalami puncak musim kemarau sehingga kondisi lahan sangat kering dan mudah kebakaran. Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih terjadi di Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan. Beberapa gunung di Pulau Jawa dan NTB juga mengalami kebakaran juga.

"Tetapi, pada akhir Oktober ini, beberapa daerah sudah memasuki penghujan, beberapa daerah mengalami musim pancaroba sedangkan beberapa daerah lain masih dalam kondisi musim kemarau," ucap dia dalam keterangan tertulisnya.

Berdasarkan prakiraan BMKG, 20% wilayah pada Oktober 2019 sudah memasuki musim penghujan, 47% wilayah pada November 2019 mulai musim hujan, dan 23% wilayah akan memasuki musim penghujan pada Desember 2019.

Sponsored

BMKG telah mengidentifikasi prakiraan curah hujan selama November 2019. Beberapa wilayah dengan curah hujan tinggi hingga sangat tinggi dapat terjadi di wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan sebagian Sumatera Barat dan sebagian wilayah Papua. Untuk wilayah Sebagian Sumatera lainnya, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi dan Maluku terpantau curah hujan dengan kategori rendah hingga menengah selama November nanti.

Berita Lainnya