sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Survei: 67% pemilih Jokowi nilai Israel bersalah, Prabowo 80%

Pendukung partai yang paling tinggi persentasenya menyalahkan Israel adalah PKS, PPP dan Gerindra.

Fathor Rasi
Fathor Rasi Senin, 31 Mei 2021 22:06 WIB
Survei: 67% pemilih Jokowi nilai Israel bersalah, Prabowo 80%

Hasil survei nasional Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) mencatat mayoritas warga Indonesia menganggap Israel adalah pihak bersalah dalam konflik dengan Palestina.

Dari sisi politik, SMRC juga menemukan adanya perbedaan angka antara pendukung Jokowi dan pendukung Prabowo pada Pilpres 2019 terhadap konflik keduanya. Di kalangan pemilih Jokowi yang menilai Israel sebagai pihak yang bersalah sekitar 67%. Sedangkan di kalangan pemilih Prabowo persentasenya lebih tinggi, yakni 80%.

Survei ini disampaikan Direktur Komunikasi SMRC Ade Armando dalam peluncuran hasil survei bertajuk “Sikap Publik Nasional terhadap Konflik Israel dan Palestina”, di Jakarta pada Senin (31/5/2021).

Ia menerangkan, di kalangan warga yang puas dengan kinerja Jokowi sebagai Presiden menilai Israel sebagai pihak bersalah ada sekitar 69%. Sedangkan pada warga yang tidak puas atas kinerja Jokowi ada 78%. Sementara di kalangan pendukung partai, yang paling tinggi persentasenya menyalahkan Israel adalah pendukung PKS (86%), PPP (86%), dan Gerindra (81%).

Ade melanjutkan, mayoritas warga Indonesia menganggap Israel sebagai pihak yang bersalah. "Dari yang tahu konflik antara Israel dan Palestina, sekitar 71% menilai bahwa yang bersalah dalam konflik itu adalah pihak Israel. Ada 3% yang menilai pihak Palestina yang bersalah, dan ada 5% yang menilai keduanya bersalah. Yang tidak menjawab 21%," kata Ade Armando dalam rilis SMRC.

Menurut Ade, temuan ini menunjukkan kuatnya pandangan dalam masyarakat Indonesia bahwa Israel adalah pihak yang bersalah dalam konflik berkepanjangan tersebut. “Dalam hal ini, sikap politik Presiden Jokowi yang menegaskan Indonesia membela rakyat Palestina nampak sejalan dengan aspirasi publik,” kata Ade.

Melalui survei ini, diketahui mayoritas warga (88%) tahu bahwa terjadi peningkatan konflik antara Israel dan Palestina. Pun kecenderungan untuk menganggap Israel sebagai pihak bersalah secara merata terlihat di setiap segmen atau kelompok masyarakat.

Survei SMRC melalui telepon ini dilakukan pada 25-28 Mei 2021 dengan sampel 1201 responden yang dipilih secara random, margin of error sekitar 2,9%.

Sponsored
Berita Lainnya