sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Polri dalami kemungkinan anak usia 14 tahun disiapkan untuk bom bunuh diri

Anak usia 14 tahun diduga bakal disiapkan untuk aksi amaliyah di Bali.

Ayu mumpuni
Ayu mumpuni Senin, 14 Okt 2019 21:25 WIB
Polri dalami kemungkinan anak usia 14 tahun disiapkan untuk bom bunuh diri

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan, tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror menangkap dua terduga teroris di Bali, Jumat (11/10) lalu. Kedua teroris--berinisial ZAI dan AT--ditangkap bersamaan. 

Menurut Dedi, AT adalah ayah dari ZAI. Polri menduga ZAI yang masih berusia 14 tahun disiapkan sebagai pelaku bom bunuh diri dalam sebuah serangan yang rencananya bakal dilancarkan di Bali. 

"Dia (AT) akan melakukan amaliyah. Masih didalami apakah sucide bomber-nya anaknya," ujar Dedi kepada wartawan di Gedung Humas Polri, Jakarta, Senin (14/10). 

Karena usianya masih tergolong remaja, Dedi mengatakan, ZAI bakal diperlakukan berbeda dari terduga teroris lainnya. Namun, Dedi tidak menjelaskan bentuk peradilan berbeda yang dimaksud.

"Usianya masih 14 tahun. Diperlakukannya secara khusus karena di bawah umur," kata Dedi. 

Dalam keduanya, tim Densus 88 menyita sejumlah barang bukti semisal busur panah, bom rakitan, mur, baut, dan komponen-komponen pembuatan bom lainnya.

AT dan ZAI diduga masih satu jaringan dengan dengan Abu Rara, penusuk Menko Polhukam Wiranto. Menurut polisi, keduanya bahkan mengetahui aksi amaliyah yang akan dilakukan Abu Rara di Pandeglang, pekan lalu. 

AT dan ZAI diketahui merupakan anggota Jamaah Ansharut Daullah (JAD) yang terafiliasi dengan organisasi teroris global Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) pimpinan Abu Bakar Al-Baghdadi.

Sponsored

Selain AT dan ZAI, sejak 10 Oktober lalu, Densus menggelar serangkaian penangkapan terhadap sejumlah terduga teroris di berbagai daerah. Total  sudah ada 22 terduga teroris anggota JAD yang ditangkap polisi di berbagai daerah pada periode 10-14 Oktober.