sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Anggota TGPF Intan Jaya yang tertembak dievakuasi ke Jakarta

Gerombolan kelompok kriminal separatis bersenjata (KKSB) menembaki rombongan TGPF yang hendak melakukan investigasi.

Akbar Ridwan
Akbar Ridwan Sabtu, 10 Okt 2020 10:11 WIB
Anggota TGPF Intan Jaya yang tertembak dievakuasi ke Jakarta
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 516.753
Dirawat 66.752
Meninggal 16.352
Sembuh 433.649

Anggota Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) kasus Intan Jaya, Papua, yang terluka dalam aksi penembakan kepada rombongan tim investigasi telah dievakuasi ke Jakarta. Demikian kata Wakil Ketua TGPF Sugeng Purnomo.

“Anggota TGPF dan anggota TNI yang terluka dalam penyerangan kemarin sore telah kami evakuasi ke Jakarta untuk perawatan pengobatan lebih lanjut,” ujar Sugeng secara tertulis dari Jayapura, Sabtu (10/10).

Sugeng, yang juga Deputi bidang Hukum dan HAM Kementerian Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, menjelaskan dua korban dievakuasi menggunakan helikopter Caracal TNI AU dari Sugapa, Intan Jaya, jam tujuh pagi ke Timika.

Setelahnya, dilanjutkan dengan proses pemindahan ke pesawat Boeing TNI AU di bandara Timika. Kemudian pada pukul 08.22 WIT dengan pesawat TNI AU menuju Jakarta dengan rute Timika-Hasanuddin-Jakarta.

"Korban yang dievakusi adalah anggota TGPF Bambang Purwoko, merupakan dosen dan peneliti dari Universitas Gadjah Mada, yang berpengalaman meneliti di Papua dan pernah menjadi ketua Pokja Papua UGM," katanya.

"Korban kedua yang dievakuasi adalah Sersan Satu TNI Faisal Akbar, anggota Satgas Apter Hitadipa dari satuan asal Kodim 1304 Gorontalo," imbuhnya.

Sugeng menjelaskan, Bambang mengalami luka tembak pada bagian kaki. Sedangkan Sersan Satu Faisal tertembak dibagian pinggang. Saat ini, fokus TGPF adalah evakuasi untuk keselamatan dan perawatan.

“Tim sedang mengevaluasi seluruh kegiatan yang berjalan, dan terutama mempertimbangkan faktor keamanan dan keselamatan. Tentunya tanpa mengurangi misi memperoleh informasi yang terang tentang kasus ini,” ucapnya.

Sponsored

Sementara itu, tim investigasi yang berada di Jayapura, yakni Makarim Wibisono dan Constan Karma, bertemu tokoh masyarakat atau mantan Bupati Paniai Naftali Yogim, pada pagi waktu setempat.

Tokoh ini yang membentuk Kabupaten Intan Jaya yang menjadi lokasi terjadinya penembakan terhadap pendeta Yeremias, warga sipil dan dua anggota TNI pada September lalu.

Sebelumnya, gerombolan kelompok kriminal separatis bersenjata (KKSB) menembaki rombongan Tim Gabungan Pencari Faka (TGPF) yang hendak melakukan investigasi terkait kematian Pendeta Yeremia.

Penembakan terjadi pada 9 Oktober 2020 pukul 15.45 WIT, saat rombongan TGPF dalam perjalanan pulang dan sampai di tanjakan Wagonopone, Kampung Mamba. Tiba-tiba rombongan ditembaki dari arah kanan dan kiri jalan. Akibatnya, anggota TGPF Intan Jaya, atas nama Bambang Purwoko (Dosen UGM) terkena tembakan di kaki kiri. Sedangkan, anggota TNI bernama Zainuddin juga terkena tembakan di pinggang. 

Kendati begitu, rombongan TGPF Intan Jaya dipimpin langsung Ketua Tim Benny Mamoto bersama Bupati Intan Jaya, Natalis Tabuni, Ketua DPRD Intan Jaya, Panus Wonda bersama Danrem 173/PBB Brigjen TNI Iwan Setiawan, sempat melakukan olah TKP di Hitadifa.
 

Berita Lainnya