sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Anies Baswedan rombak Taman Ismail Marzuki Rp1,8 triliun

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan merevitalisasi Taman Ismail Marzuki (TIM) dengan anggaran Rp1,8 triliun.

Sukirno
Sukirno Kamis, 04 Jul 2019 02:16 WIB
Anies Baswedan rombak Taman Ismail Marzuki Rp1,8 triliun

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan merevitalisasi Taman Ismail Marzuki (TIM) dengan anggaran Rp1,8 triliun.

Revitalisasi TIM itu diinisiasi oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Jakarta Propertindo (Jakpro).

"Total Rp1,8 triliun," kata Direktur Utama Jakpro Dwi Wahyu Daryoto pada peletakan batu pertama (groundbreaking) TIM, Jakarta Pusat, Rabu (3/7).

Dwi mengatakan anggaran tersebut berasal dari penyertaan modal daerah (PMD). Untuk tahun 2019, anggaran yang sudah disetujui untuk digunakan berdasarkan APBD DKI Jakarta 2019 sebesar Rp200 miliar.

Anggaran Rp200 miliar tersebut rencananya akan digunakan untuk pembangunan tahap pertama, meliputi pekerjaan struktur untuk revitalisasi bangunan di sisi sebelah kiri TIM.

"Tahap satu itu nanti akan pekerjaan struktur untuk pembangunan sebelah kiri yang tinggi, untuk hotel, PDS (pusat dokumentasi sastra) HB Jassin, kemudian pusat kuliner, dan galeri seni, plus public space yang hijau di depan," ujar Dwi.

"Ditambah plus base ground-nya untuk parkir tapi untuk mobil yang terbatas karena kita tidak mau menyediakan banyak ruang parkir di TIM," kata dia.

Terkait kontraktor yang akan mengerjakan proyek revitalisasi TIM, Dwi mengatakan bahwa saat ini hal tersebut masih dalam proses tender, sehingga dia belum dapat mengumumkan pihak mana yang akan menggarap proyek yang diperkirakan rampung pada Juni 2021 itu.

Sponsored

"Kontraktornya saat ini kita masih proses tender dan sekarang masih masa sanggah. Hari terakhir masa sanggahnya besok, jadi belum bisa mengumumkan siapa yang mengerjakan," kata Dwi.

Proyek revitalisasi Taman Ismail Marzuki di Cikini, Jakarta Pusat, dilakukan mulai hari ini, usai acara peletakan batu pertama atau groundbreaking yang dihadiri dan diresmikan oleh Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.

“Dalam perencanaan ditargetkan bisa selesai Juni 2021. Jadi, pada 2021 bulan Juni saat merayakan ulang tahun Jakarta ke-495, saat itu kita punya wajah baru Jakarta dalam bentuk TIM yang baru,” kata dia saat memberikan sambutan di TIM Jakarta Pusat.

Anies pun berharap agar kelak Taman Ismail Marzuki--yang digagas Gubernur DKI Jakarta (saat itu) Ali Sadikin--dapat menjadi pusat seni yang tak hanya dikenal di Indonesia, namun hingga ke Asia, bahkan ke seluruh dunia.

Koridor Budaya

Sementara itu, Anies Baswedan mengatakan kawasan Cikini akan menjadi koridor seni budaya, mengingat proyek revitalisasi TIM telah dimulai bersamaan dengan revitalisasi trotoar yang sedang berjalan.

“Saat ini sedang dilakukan penataan trotoar di Cikini, jadi nantinya kawasan ini menjadi salah satu koridor untuk kegiatan seni budaya. Bukan saja TIM-nya, tetapi seluruh jalan ini,” kata Anies.

Dia juga mengatakan revitalisasi trotoar tersebut dilakukan secara bertahap. Di fase selanjutnya, penataan trotoar akan dilakukan di Jalan Raden Saleh ke arah Senen dan Kwitang.

“Jadi nanti ini akan jadi satu koridor yang kita kembangkan untuk pejalan kaki dan kawasan untuk kegiatan seni dan budaya kawasan ini,” katanya.

Dia juga ingin kawasan Cikini nantinya dapat menjadi kawasan percontohan bagi area lain yang akan dijadikan pusat seni dan budaya.

Selain itu, Anies menekankan aspek komersial nantinya tidak akan dibebankan kepada kegiatan seni itu sendiri, tetapi memanfaatkan area Cikini yang termasuk daerah prime atau daerah yang unggul di Jakarta.

Pernyataan tersebut dikatakan Anies terkait kekhawatiran akan biaya sewa yang dapat dianggap tinggi oleh para pelaku seni dan budaya, saat TIM yang baru nanti telah jadi.

“Sumber pemasukannya dari orang-orang yang membutuhkan tempat kegiatan di kawasan ini, karena ini kawasan yang sangat strategis, jadi lokasinya dimanfaatkan untuk kegiatan usaha yang hasilnya bisa digunakan untuk memfasilitasi kegiatan seni dan budaya,” katanya. (Ant)