sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Anies minta guru mengajak siswa mendiskusikan kondisi bangsa

Siswa yang terlibat aksi demo tolak RUU Ciptaker mesti diberikan perhatian khusus

Ardiansyah Fadli
Ardiansyah Fadli Kamis, 15 Okt 2020 15:45 WIB
Anies minta guru mengajak siswa mendiskusikan kondisi bangsa
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 882.418
Dirawat 138.238
Meninggal 25.484
Sembuh 718.696

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meminta guru-guru di sekolah harus memberikan pemahaman lebih jauh mengenai RUU Ciptaker kepada siswa atau pelajarnya yang terlibat aksi di Jakarta. Hal itu penting agar pelajar memahami substansi aturan tersebut dan apa yang mereka suarakan.

"Cara mendekati anak-anak ini, harus diajak dialog lebih banyak. Nanti kalau sekolah sudah mulai guru bisa kasih tugas mengenai hal ini. Misalnya mengkaji soal UU Cipta Kerja. Di mana letak yang harus diperbaiki? Di mana letak menurut yang tidak disetujui," kata Anies di Jakarta, Kamis (15/10).

Anies menjelaskan siswa yang terlibat aksi demo tolak RUU Ciptaker ini, mesti diberikan perhatian khusus berupa bimbingan dan pembinaan oleh guru-guru sekolah. Itulah sebabnya Anies tidak sepakat jika siswa pelajar aksi, justru dikeluarkan dari sekolah.

"Salah itu. Kalau bermasalah justru harus dapat banyak perhatian dari sekolah. Kalau dikeluarkan, maka tidak ada yang membina," kata dia.

Jika ada siswa atau pelajar yang peduli terhadap nasib bangsanya, justru merupakan kemajuan. Itulah sebabnya tugas utama guru pada masalah ini di sekolah adalah, memberi pemahaman. Sehingga anak sekolah mengetahui apa yang mereka perjuangkan.

"Anak-anak justru dirangsang. Kalau ada anak yang peduli soal bangsanya bagus dong," ujarnya.

Oleh karena itu, di tengah pandemi Covid-19 mestinya siswa tidak hanya diberikan tugas yang sifatnya sebatas formalitas. Guru mesti memberi siswa tugas-tugas yang mendidik. Seperti merespons dan mendiskusikan apa yang saat ini sedang terjadi. 

"Harus diarahkan dengan tugas yang mendidik. Jadi kira-kira pola pikirnya begitu. Kalau ada anak yang mau peduli bangsa, tentu kami suka. Kalau langkah yang dikerjakan salah, mesti dikoreksi," ujarnya.

Sponsored

Tak setuju mengeluarkan anak dari sekolah karena mendemo

Gubernur DKI Jakarta mengatakan sejumlah pelajar yang terlibat dalam aksi demonstrasi penolakan RUU Ciptaker tidak boleh dikeluarkan dari sekolah atau dihilangkan hak-hak pendidikannya.

"Kalau anak yang seperti ini (terlibat demo) silahkan didik yang lebih jauh.  Sudah tidak zaman lagi anak yang bermasalah malah dikeluarkan dari sekolah," kata Anies di Jakarta, Kamis (13/10).

Jika siswa yang bermasalah tersebut dikeluarkan, justru akan memperburuk kondisi mereka. Karena mereka kehilangan hak-hak pendidikan untuk membentuknya menjadi lebih baik

"Kalau ada siswa yang di dalam usianya melakukan tindakan yang keliru, seharusnya diberikan pendidikan lebih banyak," ucap dia.

Hal ini berbeda dari orang dewasa yang harus dihukum jika melakukan perbuatan melanggar hukum.

Seperti diketahui, pada unjuk rasa Kamis pekan lalu, polisi menangkap sebanyak 1.192 perusuh. Dari total tersebut sebanyak 60% di antaranya diduga berstatus pelajar. Saat dikonfirmasi, Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria membenarkan hal ini.

"Lebih dari 60% ternyata berusia di bawah 19 tahun atau statusnya pelajar. Bukan mahasiswa atau buruh," kata Ariza.

Ariza meminta agar kedepannya para pelajar ini tidak perlu ikut-ikutan turun ke jalan. Apalagi sampai melakukan perusakan atau terlibat kerusuhan. Ketimbang ikut-ikutan demonstrasi, Riza meminta mereka untuk menyelesaikan tugas sebagai pelajar.

Berita Lainnya