sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Anies perpanjang PSBB transisi hingga 3 Januari

Pengendalian mobilitas penduduk perlu dilakukan untuk meminimalisir potensi lonjakan kasus.

Manda Firmansyah
Manda Firmansyah Senin, 21 Des 2020 10:09 WIB
Anies perpanjang PSBB transisi hingga 3 Januari
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 1.322.866
Dirawat 158.408
Meninggal 35.786
Sembuh 1.128.672

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta kembali memperpanjang pembatasan sosial berskala besar (PSSB) masa transisi hingga 3 Januari 2021. Kebijakan memperpanjang PSBB masa transisi ini, berdasarkan pertimbangan atas pertambahan kasus positif Covid-19 yang belum ada tanda-tanda penurunan. Juga untuk mengantisipasi lonjakan kasus akibat libur Natal dan tahun baru.

Gubernur Provinsi DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, pengendalian mobilitas penduduk perlu dilakukan untuk meminimalisir potensi lonjakan kasus. “Terlebih mobilitas penduduk kembali ke Jakarta usai gelaran pilkada serta periode ke depan, yakni libur akhir tahun,” ucapnya dalam keterangan tertulis, Senin (21/12).

Per 7 November 2020, kasus Covid-19 di DKI Jakarta memang cenderung meningkat. Diketahui, beberapa kasus diidentifikasi riwayat bepergian ke luar Jakarta selama cuti bersama. Berdasarkan Facebook Data for Good, sehari sebelum pilkada (8 Desember 2020), ada pergerakan penduduk dari dalam Jabodetabek ke luar, sehingga berdampak pada kenaikan kasus.

“Mobilitas penduduk ini akan kami pantau dan dikendalikan agar tak terjadi penularan, baik orang dari luar ke Jakarta maupun sebaliknya. Sehingga perlu bagi kita, khususnya para keluarga di Jakarta untuk menahan diri tidak melakukan aktivitas liburan ke luar rumah, terlebih ke luar dari Jakarta,” ujar Anies.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, persentase penambahan total kasus terkonfirmasi positif Covid-19 menunjukkan tren kenaikan selama empat pekan terakhir. Per 20 Desember 2020, kasus terkonfirmasi positif Covid-19 mencapai 163.111 atau naik sebesar 13,3% dibandingkan dua pekan sebelumnya.

“Kami mencatat kenaikan persentase kasus terkonfirmasi positif signifikan mulai terjadi sejak pertengahan November dan kini stabil di angka 13%,” tutur Kepala Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta Widyastuti.

Persentase keterpakaian tempat tidur isolasi harian (ruang rawat inap) maupun ruang ICU di 98 RS Rujukan Covid-19 di DKI Jakarta juga terjadi peningkatan selama sebulan terakhir. Per 20 Desember 2020, dari 6.663 tempat tidur isolasi, kini telah terisi sebanyak 5.691 pasien. Artinya, kapasitasnya telah mencapai 85%. Sementara itu, kondisi ruang ICU sudah terisi 722 dari 907 tempat tidur atau 80%.

Pemprov DKI menargetkan peningkatan kapasitas tempat tidur isolasi sebanyak 7.171 dan ICU sebanyak 1.020 di RS Rujukan Covid-19 Jakarta, khususnya RSUD. Peningkatan kapasitas fasilitas ini perlu diiringi dengan peningkatan kuantitas dan kualitas tenaga kesehatan. Di sisi lain, rata-rata positivity rate harian per bulan di DKI Jakarta tercatat stabil di angka 9% selama tiga bulan terakhir. Yaitu 9,6% pada Oktober, 9,1% November, dan 9,6% Desember. Namun, standar aman positivity rate dari WHO adalah di bawah 5%.

Sponsored
Berita Lainnya