sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Banjir Jabar: Waduk Jatiluhur penuh, banyak tanggul irigasi-sungai jebol

Pun banyak jalur darat di lokasi penampungan di Bekasi dan Karawang terputus sehingga suplai bantuan harus dilakukan via udara.

Manda Firmansyah
Manda Firmansyah Senin, 22 Feb 2021 14:32 WIB
Banjir Jabar: Waduk Jatiluhur penuh, banyak tanggul irigasi-sungai jebol
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 1.341.314
Dirawat 153.074
Meninggal 36.325
Sembuh 1.151.915

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono, mengatakan, banyak tanggul irigasi dan sungai yang jebol. Debit banjir anak sungai yang masuk Sungai Citarum mencapai 900 m3/detik.

Meski telah ditampung juga ke Waduk Jatiluhur, tetapi luapan air mencapai 1.000 m3/detik. Padahal, kapasitas bendungan hanya 1.100 m3/detik. “Sehingga memang meluap," ucapnya dalam keterangan video, Senin (22/2).

"Kami sudah bergerak. Dari Balai Besar (Wilayah Sungai) Citarum untuk segera mengatasinya," imbuhnya.

Imbas curah hujan tinggi dan jebolnya tanggul Sungai Citarum menyebabkan banjir di empat desa di Kabupaten Bekasi dan Kabupaten Karawang, Jawa Barat (Jabar).

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Muhadjir Effendy, menambahkan, jalur darat di sejumlah titik lokasi penampungan pengungsi terputus. Dampaknya, suplai penyaluran bantuan logistik sehari-hari akan dilakukan melalui udara.

“Kami melihat langsung dari atas banjir di wilayah Karawang dan Bekasi. Saya kira, kita akan bisa mendapatkan beberapa kesimpulan yang bisa dijadikan dasar untuk membuat kebijakan yang lebih komprehensif,” katanya.

Sementara itu, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Doni Monardo, mengatakan, pihaknya segera menyalurkan bantuan logistik berupa makanan siap saja yang dihimpun dari restoran dan cafe sekitar bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta. 

"Helikopter sudah siap. Nanti akan kita drop di lapangan,” jelasnya.

Sponsored

Pemerintah pun bakal memprioritaskan mengevakuasi pengungsi banjir kategori lansia, ibu hamil, dan yang memiliki gangguan kesehatan.

"Masyarakat yang kiranya memerlukan bantuan evakuasi untuk segera mencari helipad yang lebih aman agar bisa segera kita evakuasi dari lokasi bencana,” tandasnya.

Berita Lainnya