close icon
Scroll ke atas untuk melanjutkan
Barang bukti disimpan di Gudang Wakaf Distribution Center (WDC), Global Wakaf Corpora, Jl. Serpong Parung No. 57 Bogor Jawa Barat. Foto istimewa
icon caption
Barang bukti disimpan di Gudang Wakaf Distribution Center (WDC), Global Wakaf Corpora, Jl. Serpong Parung No. 57 Bogor Jawa Barat. Foto istimewa
Nasional
Rabu, 27 Juli 2022 18:59

Barang bukti kasus ACT tak disimpan di Mabes Polri, ini penjelasan Polri

Barang bukti disimpan di Gudang Wakaf Distribution Center (WDC), Global Wakaf Corpora, Jl. Serpong Parung No. 57 Bogor Jawa Barat.
swipe

Polisi menuturkan alasan penyimpanan sejumlah barang bukti pada kasus dugaan penyelewengan dana sosial korban kecelakaan pesawat Lion Air Boeing JT-610 yang terjadi pada 18 Oktober 2018 oleh Yayasan Aksi Cepat Tanggap (ACT), tidak dilakukan di wilayah Mabes Polri. Barang bukti itu adalah puluhan kendaraan yang terdiri dari mobil dan motor.

Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan mengatakan, ruang penyimpanan yang dimiliki polisi memiliki jumlah terbatas. Terlebih, tempat yang dimiliki ACT berbentuk selayaknya gudang dan memiliki kapasitas yang mumpuni sebagai ruang penyitaan.

"Terbatasnya tempat penyimpanan barang bukti di area Mabes dan di lokasi tersebut bentuknya gudang, ada kunci dan tertutup. Kondisi aman," kata Ramadhan kepada wartawan, Rabu (27/7).

Ramadhan menyampaikan, penyitaan dari General Affair ACT/Kabag Umum ACT, Subhan. Penyitaan dilakukan pada pukul 13.00 WIB.

"Sementara hari ini telah disita 44 unit mobil dan 12 motor dari General Affair ACT/Kabag Umum ACT, Pak Subhan," ujarnya.

Barang bukti tersebut tersimpan di Gudang Wakaf Distribution Center (WDC), persisnya, di wilayah Bogor.

"Barang bukti disimpan di Gudang Wakaf Distribution Center (WDC), Global Wakaf Corpora, Jl. Serpong Parung No. 57 Bogor Jawa Barat," ucap Ramadhan.

Sementara, Bareskrim Polri menduga banyak donasi dari pihak lain yang diselewengkan oleh Yayasan ACT. Sementara sejauh ini kasus yang terungkap baru dugaan penyelewengan dana sosial korban kecelakaan pesawat Lion Air Boeing JT-610 yang terjadi pada 18 Oktober 2018.

Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri, Brigjen Whisnu Hermawan mengatakan, pengungkapan dugaan penyelewengan tersebut masih berangsur panjang. Pihaknya akan coba menyelidiki satu demi satu.

Whisnu menyebut, pihaknya juga berfokus pada sejumlah donasi yang berkaitan dengan lembaga filantropi itu. Menurutnya, ACT menampung dana yang besar, bahkan mencapai triliunan.

"Banyak ada lagi beberapa donasi-donas yang kami bekukan ataupun periksakan, kantongnya ACT kan besar itu. Triliunan," ujar Whisnu.

img
Immanuel Christian
Reporter
img
Hermansah
Editor

Untuk informasi menarik lainnya,
follow akun media sosial Alinea.id

Bagikan :
×
cari
bagikan