close icon
Scroll ke atas untuk melanjutkan
Wali Kota Blitar H. Santoso. Foto Pemkot Blitar
icon caption
Wali Kota Blitar H. Santoso. Foto Pemkot Blitar
Nasional
Senin, 12 Desember 2022 14:32

Begini kondisi Wali Kota Blitar setelah aksi perampokan

Polisi masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Proses penyelidikan pun juga dilakukan untuk mengungkap lebih jauh kasus ini.
swipe

Kepolisian mengonfirmasikan kondisi terkini dari Wali Kota Blitar H. Santoso pascapencurian yang dialami pada dini hari tadi (12/12). Para pelaku berhasil menggasak Rp400 juta dan harta milik Santoso dan istri.

Kapolres Blitar Kota AKBP Argo Wiyono mengatakan, Santoso dan istri sedang dalam proses melewati masa trauma akibat kejadian itu. Apalagi, pelaku juga menyekap Wali Kota Blitar dan istrinya dengan menggunakan lakban pada saat mereka melancarkan aksinya.

“Korban mengalami trauma,” kata Argo saat dihubungi, Senin (12/12).

Argo menyebut, polisi masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Proses penyelidikan pun juga dilakukan untuk mengungkap lebih jauh kasus ini.

“Masih dalam proses olah TKO dan sidik,” ujarnya.

Sebelumnya, kepolisian membeberkan kronologi pencurian dengan kekerasan di rumah dinas Wali Kota Blitar, pada Senin (12/12) dini hari. Peristiwa ini membuat Wali Kota Blitar Santoso dan istrinya mengalami tindakan penyekapan oleh pencuri dalam aksi perampokan yang berhasil menggondol uang Rp400 juta dan perhiasan.

Kapolres Blitar Kota AKBP Argo Wiyono menyatakan, kejadian bermula pada pukul 03.00 WIB, rumah dinas itu menerima empat hingga lima orang tamu tak diundang. Mereka masuk ke pos penjagaan yang saat itu dijaga oleh tiga petugas Satpol PP.

“Diduga sejenis senjata api dan membawa senjata tajam, dan melumpuhkan ketiga Satpol PP yang berjaga,” kata Argo dalam keterangan, Senin (12/12).

Para pelaku langsung mengikat, memborgol, dan melakban mata ketiga petugas jaga tersebut. Selepas tindakan submisi dilakukan, mereka masuk ke ruang utama dari rumah dinas tersebut.

“Setelah itu para pelaku masuk ke ruang utama kamar Wali Kota Blitar dengan cara mendobrak pintu dan mengikat serta melakban mata korban (Santoso) serta istri wali kota,” ujar Argo.

Para pelaku mengambil sejumlah uang dan barang berharga milik wali kota dan istri. Semua barang itu diketahui setelah melakukan pengancaman untuk menunjukkan di mana letak barang berharga itu.

Para pelaku berhasil memborong satu buah HP milik Wali Kota Blitar, uang tunai kurang lebih Rp400 juta, dan perhiasan, kalung yang digunakan dan jam tangan milik istri Wali Kota Blitar.

“(Perhiasan) yang apabila ditaksir senilai kurang lebih Rp15 juta,” ucap Argo.

Argo menyampaikan, penyidik mengetahui ciri pelaku menggunakan topi warna hijau, rambut cepak dan logat bahasa Indonesia. Salah satu saksi sempat melihat salah satu pelaku menggunakan jaket warna krem dengan lambang bendera Indonesia.

Para pelaku menggunakan mobil jenis inova warna hitam plat merah, yang diduga nomor polisi palsu. Pelaku juga mengambil dekoder CCTV yang ada di dalam rumah dinas Wali Kota Blitar. 

“Saat ini tim gabungan Satreskrim Polres Blitar Kota dan di-back up dari Ditreskrimum Polda Jatim sedang terus bekerja melakukan penyelidikan,” tandasnya.

img
Immanuel Christian
Reporter
img
Hermansah
Editor

Untuk informasi menarik lainnya,
follow akun media sosial Alinea.id

Bagikan :
×
cari
bagikan