close icon
Scroll ke atas untuk melanjutkan
BEM SI tiba di sekitar Patung Kuda, Jakarta Pusat, Kamis (15/9). Alinea.id/Gempita Surya.
icon caption
BEM SI tiba di sekitar Patung Kuda, Jakarta Pusat, Kamis (15/9). Alinea.id/Gempita Surya.
Nasional
Kamis, 15 September 2022 13:34

BEM SI gelar lagi aksi tolak kenaikan harga BBM

Aksi ini merupakan tindak lanjut dari ultimatum kepada pemerintah.
swipe

Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) kembali menggelar aksi unjuk rasa menolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). Aksi dilaksanakan di sekitar Istana Negara, tepatnya di kawasan Patung Kuda Arjuna, Jakarta Pusat, hari ini (15/9).

Pantauan Alinea.id, massa diiringi satu mobil komando bergerak memadati kawasan Bundaran Patung Kuda Arjuna sekitar pukul 13.10 WIB. Mereka membawa spanduk bertuliskan, "Ditungguin kok kabur, Jokowi keluar dong, kita di luar!"

Di depan Gedung Sapta Pesona, massa menyerukan keinginan untuk bertemu dengan pihak Istana. Mereka meminta petugas membuka penjagaan yang dipasang.

"Buka Pak Polisi!" seru massa di lapangan.

Sementara, petugas telah bersiaga di lokasi sejak pukul 11.00 WIB. Pengamanan disiapkan dengan memasang dua lapis pagar kawat dan water barrier di bawah jembatan penyeberangan orang (JPO) di Jalan Medan Merdeka Barat.

Aksi ini merupakan tindak lanjut dari ultimatum kepada pemerintah terhadap aksi BEM SI pada Kamis (8/9). BEM SI memberikan ultimatum kepada pihak pemerintah selama 7x24 jam untuk memenuhi tuntutan tersebut.

"Sayangnya presiden beserta pihak pemerintah tidak menemui massa aksi sehingga tuntutan tidak tersampaikan dengan baik. Menindaklanjuti ultimatum tersebut dan memperjuangkan tuntutan rakyat, Aliansi BEM SI akan kembali turun aksi," kata Koordinator Pusat Aliansi BEM SI, Muhammad Yuza Augusti dalam keterangan tertulis, dikutip Kamis (15/9).

Ada tiga poin tuntutan yang disampaikan aliansi BEM SI, yakni menuntut dan mendesak pemerintah untuk mencabut keputusan terkait kenaikan BBM. Kemudian, menuntut dan mendesak pemerintah menunda proyek strategis nasional yang tidak berdampak langsung kepada masyarakat dan mengalihkan anggaran ke subsidi BBM.

"Menuntut dan mendesak pemerintah untuk menerapkan regulasi pemakaian BBM bersubsidi secara tegas," ujar Yuza.

Terpisah, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Endra Zulpan mengatakan, lebih dari 6.000 personel dikerahkan untuk mengamakan sebaran titik-titik unjuk rasa. Total ada enam titik aksi yang tersebar di Jakarta, Depok, dan Bekasi.

"Jumlah personel pengamanan yang dikerahkan sebanyak 6.124," kata Zulpan kepada wartawan, Kamis (15/9).

Adapun elemen buruh yang menggelar aksi di wilayah Bekasi di antaranya Pimpinan Cabang Federasi Serikat Pekerja Kimia, Energi dan Pertambangan Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (PC FSP KEP SPSI) di depan gedung DPRD Kota Bekasi dan Kantor Pemerintah Kota Bekasi.

Kemudian, ada KC FSPMI Kabupaten/Kota Bekasi yang menyuarakan penolakan kenaikan harga BBM di depan kantor Pemda Kabupaten Bekasi. Sementara, Forum Buruh Depok menggelar aksi di depan Kantor DPRD Kota Depok.

Sejumlah elemen mahasiswa menggelar aksi di wilayah Jakarta. Massa dari Front Aksi Mahasiswa UPB berunjuk rasa di depan Gedung DPR/MPR.

Selain itu, aksi unjuk rasa juga berlangsung di kawasan Patung Kuda Jakarta oleh BEM Universitas Bina Sarana Informatika (BEM BSI) dan Front Aksi Mahasiswa Universitas Pelita Bangsa (UPB), termasuk BEM SI.

img
Gempita Surya
Reporter
img
Ayu mumpuni
Editor

Untuk informasi menarik lainnya,
follow akun media sosial Alinea.id

Bagikan :
×
cari
bagikan