sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

BMKG deteksi 2 bibit siklon tropis, picu cuaca ekstrem

Intensitas kedua bibit siklon tropis tersebut cenderung menguat dalam 24 jam ke depan dan bergerak menjauhi Indonesia.

Fatah Hidayat Sidiq
Fatah Hidayat Sidiq Sabtu, 03 Apr 2021 14:45 WIB
BMKG deteksi 2 bibit siklon tropis, picu cuaca ekstrem

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mendeteksi adanya adanya dua bibit siklon tropis, yaitu Bibit Siklon Tropis 90S di Samudra Hindia barat daya Sumatra dan Bibit Siklon Tropis 99S di Laut Sawu, Nusa Tenggara Timur, pada Sabtu (3/4).

Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto, menyatakan, intensitas kedua bibit siklon tropis tersebut cenderung menguat dalam 24 jam ke depan dengan pergerakan menjauhi wilayah Indonesia. "Cenderung menguat," ujarnya dalam keterangan tertulis, beberapa saat lalu.

Meski demikian, dia mengingatkan, keduanya dapat berkontribusi signifikan terhadap peningkatkan labilitas atmosfer dan pertumbuhan awan hujan di sebagian wilayah di Tanah Air secara tidak langsung.

Dengan demikian, berpotensi terjadinya peningkatan kecepatan angin yang berdampak pada peningkatkan ketinggian gelombang lebih dari empat meter. "Diprediksi terjadi di wilayah berikut perairan barat Kepulauan Mentawai, perairan Bengkulu, perairan Pulau Enggano, Perairan Barat Lampung, Selat Sunda bagian barat dan selatan, perairan selatan Banten, dan Samudra Hindia barat Kepulauan Mentawai hingga selatan Jawa Barat," paparnya.

Guswanto juga memprakirakan adanya potensi cuaca ekstrem berupa hujan lebat-sangat lebat, angin kencang, dan gelombang tinggi dalam periode sepekan ke depan di sebagian wilayah Indonesia. Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Bengkulu, Lampung, dan Sumatera Selatan, misalnya.

Kemudian Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, dan Jawa Timur. Lalu Kalimantan Utara Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Maluku, dan Papua.

Sedangkan potensi hujan sangat lebat, BMKG memprakirakan, dapat terjadi di Sulawesi Selatan, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur. Adapun potensi angin kencang akan dialami Lampung, Banten, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, dan Sulawesi Selatan.

"Masyarakat diimbau agar tetap waspada dan berhati-hati," ucapnya. BMKG juga mengajak pemangku kebijakan di daerah bersama publik dapat mempersiapkan segala hal yang dianggap perlu untuk mengantisipasi dampak bencana hidrometeorologi, seperti banjir, tanah longsor, banjir bandang, genangan, dan pohon tumbang.

Sponsored
Berita Lainnya