sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

BMKG: Waspada cuaca ekstrem di Surabaya dan Malang

BMKG Malang meminta masyarakat untuk mewaspadai adanya cuaca dingin yang melanda Malang dan Surabaya, Jawa Timur.

Adi Suprayitno
Adi Suprayitno Selasa, 03 Sep 2019 20:20 WIB
BMKG: Waspada cuaca ekstrem di Surabaya dan Malang

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Malang meminta masyarakat untuk mewaspadai adanya cuaca dingin yang melanda Malang dan Surabaya.

Kepala BMKG Malang Aminudin mengatakan, meski musim kemarau, cuaca bisa mencapai 13 derajat celsius di Malang dan 15 derajat celsius di Surabaya

"Memang identik dengan dingin, karena cenderung dingin jadi jarang hujan," tuturnya saat dikonfirmasi, Selasa (3/8). 

Aminudin menyebut tidak seperti biasanya, kekeringan melanda Jawa Timur lima bulan lagi. Pada November, biasanya sudah mulai turun hujan. BMKG Malang memprediksi kekeringan akan terjadi di sejumlah wilayah selama 124 hari.

"Rata-rata bulan November, September dan Oktober masih puncak musim kemarau, kemudian November baru masuk musim hujan," ujarnya  

BMKG Malang merinci Kabupaten Malang masih akan mengalami kemarau hingga 144 hari, Sampang 138 hari tanpa hujan, dan Mojokerto kemarau hingga 125 hari. 

Sedangkan sisanya seperti Blitar, Tulungagung, Lumajang, Banyuwangi, Jember, Bangkalan, Pasuruan, Probolinggo, Nganjuk, Magetan, dan Kediri rata-rata masih harus melalui 124 hari tanpa hujan. 

"Dampaknya kekurangan air yang paling banyak, karena hampir merata di seluruh Jawa Timur sudah 124 hari tidak hujan sama sekali, atau hampir 5 bulan," ungkapnya. 

Sponsored

Jangka waktu lama tanpa hujan yang berujung ke kekeringan, Amin menyarankan agar pemerintah memiliki langkah antisipasi. Dengan begitu, tidak terjadi bencana kekeringan setiap tahunnya. "Harusnya pemerintah daerah setempat sudah mengambil kebijakan yang harus dilakukan," katanya. 

Pemerintah daerah seharusnya mulai memikirkan cara mengatasi yang bisa berdampak lama. Seperti membuat embung dan sumur bor. Dengan begitu, diharapkan ketika musim kemarau datang, ada cadangan air yang dimiliki masyarakat. Akhirnya, masyarakat tidak selalu mengandalkan pasokan air dari pemerintah.