sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Bursa calon Kapolri, IPW beber 13 nama berpotensi

Kapolri baru harus bisa atasi persoalan internal yang menumpuk.

Ayu mumpuni
Ayu mumpuni Senin, 30 Nov 2020 11:23 WIB
Bursa calon Kapolri, IPW beber 13 nama berpotensi
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 882.418
Dirawat 138.238
Meninggal 25.484
Sembuh 718.696

Indonesian Police Watch (IPW) mendesak Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk memilih calon Kapolri baru yang dapat mengatasi persoalan internal yang menumpuk. IPW juga membeberkan belasan nama jenderal bintang tiga yang berpotensi dipertimbangkan ikut dalam seleksi bursa calon Kapolri.

Ketua Presidium IPW Neta S. Pane mengatakan, saat ini tantangan yang palling besar bagi sosok Kapolri adalah membereskan persoalan internal yang sangat menumpuk, mulai pembinaan sumber daya manusia (SDM) untuk menghadapi persoalan eksternal yang mengancam keamanan nasional hingga manajemen sarana dan prasarana harus dapat dibenahi Kapolri baru.

 

"Persoalan internal, antara lain Polri perlu konsolidasi total. Dalam kasus Rizieq (Imam Besar FPI) misalnya, Polri terkesan gamang hingga terjadi pembiaran dan Baintelkam Polri seakan tidak bergerak hingga akhirnya Jokowi teriak dan dua Kapolda dicopot," ucap Neta saat dikonfirmasi, Senin (30/11).

Selain itu, Neta juga memandang masalah kelebihan jenderal, Kombes, dan AKBP masih perlu diatasi, termasuk persoalan pemberian tipe Polda yang tidak berlandaskan harus diubah dan ditata ulang.

"Soal sarana prasana, fasilitas, alutsista, call center, dan lainnya juga masih menjadi masalah serius di Polri. Padahal dari tahun ke tahun anggaran Polri terus meningkat," ucap Neta.

Di samping itu, menurutnya, ada 13 nama jenderal bintang tiga yang sudah berpotensi dipertimbangkan ikut dalam seleksi Kapolri. Mereka adalah:

1. Wakapolri Gatot Edi (Akpol 88 A, lahir 28 Juni 65, masa dinas 30 bulan lagi, dan pernah menjadi Kapolda Metro Jaya).

Sponsored

2. Irwasum Agung Budi (Akpol 87, lahir 19 Feb 65, masa dinas 26 bulan lagi, dan pernah menjadi Kapolda Jabar). Namun, Akpol 87 dinilai menjadi kendala mengingat Kapolri Idham Azis adalah juniornya di Akpol 88 A.

3. Kabareskrim Sigit Listyo (Akpol 91, lahir 5 Mei 69, masa dinas 78 bulan lagi, dan pernah menjadi Kapolda Banten). Muncul kontroversi terhadap sosok Sigit, di antaranya masa pensiun yang masih cukup lama, yakni hingga Mei 2027.

4. Kabaintelkam Rycko AD (Akpol 88 B, lahir 14 Ags 66, pernah menjadi Kapolda Sumut, Gubernur Akpol, dan  Kapolda Jateng). Muncul pertanyaan atas sosok Rycko, mungkinkah mantan ajudan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) akan menjadi Kapolri era Jokowi.

5. Kabaharkam Agus Andriyanto (Akpol 89, lahir 16 Feb 67, pernah menjadi Kapolda Sumut). 

6. Kalemdikpol Arief Sulistyanto (Akpol 87, lahir 24 Maret 1965, pernah menjadi Kapolda Kalbar, Deputi SDM, dan Kabareskrim). Akpol 87 menjadi kendala mengingat Kapolri Idham Azis adalah juniornya di Akpol 88 A.

7. Kepala BNPT Boy Rafli (Akpol 88 B, lahir 25 Maret 1965, pernah menjadi Kapolda Banten dan Kapolda Papua).

8. Kepala BNN Heru Winarko (Akpol 85, lahir 1 Des 62, masa dinas tinggal hitungan hari, dan pernah menjadi Kapolda Lampung). 

9. Ketua KPK Firli Bahuri (Akpol 90, lahir 8 Nop 63, masa dinas tinggal setahun lagi, dan pernah menjadi Kapolda Sumsel).

10. Waka Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Dharma Porengkun (Akpol 88A lahir 12 Jan 66, dan belum pernah menjadi Kapolda).

11. Sestama Lemhanas Didi Widjarnadi (Akpol 86, lahir 14 Jan 63, masa dinas tinggal 1,5 bulan lagi). 

12. Sestama BIN Bambang Sunarwibowo (Akpol 88 B, lahir 24 Mei 66, pernah menjadi Asrena, dan belum pernah menjadi Kapolda).

13. Irjen Depkumham Andal BR (Akpol 88 B, lahir 23 Juni 66, pernah menjadi Kapolda Sultra, Maluku, dan Kapolda Kepri).

Berita Lainnya