sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Dekatkan anak muda, dibutuhkan kepemimpinan berbasis digital

Asrorun Niam Sholeh mengatakan, pemerintah perlu melakukan penyesuaian dengan tuntutan kebutuhan kaum milenial.

Eka Setiyaningsih
Eka Setiyaningsih Sabtu, 11 Mei 2019 20:30 WIB
Dekatkan anak muda, dibutuhkan kepemimpinan berbasis digital
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 392.934
Dirawat 61.851
Meninggal 13.411
Sembuh 317.672

Deputi Pengembangan Pemuda Kementerian Pemuda dan Olahraga Asrorun Niam Sholeh mengatakan, pemerintah perlu melakukan penyesuaian dengan tuntutan kebutuhan kaum milenial. Salah caranya dengan membuka ruang-ruang publik serta regulasi yang memungkinkan untuk percepatan partisipasi kaum muda.

"Tetapi pada saat yang sama, anak-anak muda dan organisasi kepemudaan juga perlu melakukan penyesuaian atas perubahan masyarakat yang begitu cepat ini, sehingga ada percepatan antara keinginan kebutuhan dengan tools yang kita siapkan," katanya dalam diskusi bertajuk "Pemuda, Mana Suaramu?" di D'Consulate Cafe & Lounge, Jakarta, Sabtu (11/5).

Naim mengatakan, pemuda tidak lepas dari perkembangan teknologi dan digitalisasi. Dengan demikian, kepemimpinan berbasis digitalisasi akan mengakomodasi perubahan masyarakat digital.

"Kalau dua aspek ini bersinergi, ruang-ruang publik disediakan secara kondusif bagi partisipasi kaum muda dan anak-anak muda kreatif dapat mendedikasikan diri untuk kepentingan kebangsaan. Saya kira percepatan itu menjadi sangat indah karena dua hal ini bisa berjalan secara simultan," katanya.

Dalam diskusi yang sama, CEO Alvara Research Institute Hasanudin Ali menambahkan, tidak ada kata terlambat bagi pemerintah dan semua orang yang terlibat dalam pengambilan keputusan untuk memberikan ruang kepada pemuda.

"Saya setuju bahwa memang harus ada perdebatan regenerasi bangsa tidak usah potong satu generasi, tapi harus sektor-sektor penting. Bukan hanya Kemenpora yang isinya anak muda, tapi sektor lain," katanya.

Hasanudin menyebut, anak muda yang diberi ruang kuasa dapat diberikan pada sektor keuangan, ekonomi kreatif, dan pendidikan.

"Saya kira sangat relevan, karena saya lihat sektor-sektor yang diisi anak muda, sektor informasi, keuangan, yaitu fintech itu berkembang," ujarnya.

Sponsored
Berita Lainnya