logo alinea.id logo alinea.id

Dua pusat sains baru dibangun pada 2018

Pembangunan pusa sains sangat bergantung pada dukungan pemerintah daerah untuk perkembangan Iptek

Hermansah
Hermansah Minggu, 09 Sep 2018 20:22 WIB
Dua pusat sains baru dibangun pada 2018

Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) akan membangun dua pusat sains baru di Indonesia pada 2018 sebagai wahana pembelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi untuk masyarakat, khususnya generasi muda.

"Saat ini di Indonesia baru ada 23 pusat sains dan rencananya pada 2018 akan menambah dua baru yakni di Sumbar dan NTB. Selanjutnya 2019 direncanakan di Riau dan Sulawesi Tengah," kata Direktur Pusat Peragaan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (PP Iptek) Kemenristekdikti, Syachrial Anas, di Bandung, Minggu (9/9).

Idealnya setiap kabupaten/kota memiliki satu wahana pusat sains sebagai bagian upaya pengenalan Iptek sejak dini.

Pembangunan pusa sains sangat bergantung pada dukungan pemerintah daerah untuk perkembangan Iptek dan kendala yang dihadapi juga terletak pada hal tersebut. Misalnya, Kemenristekdikti memberikan 10 hingga 20 alat kepada daerah yang berminat membangun pusat sains dan daerah bisa mengembangkannya.

Sponsored

"Pimpinan daerah itu selalu berganti, jadi kemauan politik berbeda lagi. Kalau kepala daerah yang sekarang setuju bisa jadi ketika ganti kepala daerah berbeda lagi kebijakannya," katanya.

Oleh karena itu, konsistensi dukungan dari pimpinan/kepala daerah sangat dibutuhkan dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi seperti pembangunan pusat sains.

Daerah sangat berpeluang untuk membesarkan pusat sains yang dimiliki seperti di Daerah Istimewa Yogyakarta, yang dari segi luas bangunannya tidak terlalu besar namun bisa dikunjungi oleh warga hingga 1 juta orang per tahunnya.(ant)