sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Duka mendalam Jokowi atas jatuhnya Sriwijaya Air

Jokowi mengajak masyarakat berdoa bersama agar para korban bisa ditemukan.

Achmad Al Fiqri
Achmad Al Fiqri Minggu, 10 Jan 2021 12:04 WIB
Duka mendalam Jokowi atas jatuhnya Sriwijaya Air

Presiden Joko Widodo telah memerintahkan Menteri Perhubungan, Kepala Badan SAR Nasional (Kabasarnas) dan TNI-Polri untuk melakukan operasi pencarian pada korban pesawat Sriwijaya Air SJY-182.

Instruksi tersebut dikeluarkannya setelah mendapat laporan ihwal jatuhnya pesawat Sriwijaya rute penerbangan Jakarta-Pontianak, di perairan Kepulauan Seribu, DKI Jakarta.

"Kita lakukan upaya terbaik untuk menemukan dan menyelamatkan korban, dan kita berdoa bersama agar para korban bisa ditemukan," kata Jokowi, dalam tayangan video yang diunggah akun Sekretariat Presiden, Minggu (10/1).

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu juga telah menginstruksikan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk melakukan penyelidikan terkait peristiwa jatuhnya pesawat tersebut. 

"Saya juga telah menyampailan kepada KNKT untuk melakukan kajian penyelidikan terhadap musibah ini," terang Jokowi.

Pada kesempatan itu, Jokowi juga menyatakan duka cuta mendalam atas peristiwa tersebut.

"Saya atas nama pemerintah dan seluruh masyarakat Indonesia menyampaikan duka cita yang mendalam atas terjadinya musibah ini," terangnya.

Diketahui, peristiwa nahas tersebut berawal ketika pesawat Sriwijaya SJY-182 take off dari Bandara Soekarno Hatta menuju Pontianak pada pukul 14.36 WIB.

Sponsored

Kemudian, pada pukul 14.37 WIB melewati 1700 kaki dan melakukan kontak dengan Jakarta Approach. Pesawat diizinkan naik ke ketinggian 29.000 kaki dengan mengikuti Standard Instrument Departure.

Nahas, pada pukul 14.40 WIB, Jakarta Approach melihat pesawat Sriwijaya Air tidak ke arah 075 derajat melainkan ke Barat Laut (North West), oleh karenanya ditanya oleh ATC untuk melaporkan arah pesawat hingga hilang kontak di kawasan Pulau Seribu.

Semula, penumpang Sriwijaya Air berjumlah 59 orang, namun diralat oleh pihak maskapai, sehingga menjadi 62 orang. Mereka terdiri dari 12 kru pesawat, 43 penumpang dewasa, 7 anak-anak, dan 3 bayi.

Berita Lainnya