logo alinea.id logo alinea.id

Gubernur Lukas minta Khofifah jamin keamanan mahasiswa Papua

Pemprov Jatim berkomitmen untuk menjaga keharmonisan antara warga Jatim dengan mahasiswa asal Papua.

Adi Suprayitno
Adi Suprayitno Senin, 19 Agst 2019 16:59 WIB
Gubernur Lukas minta Khofifah jamin keamanan mahasiswa Papua

Gubernur Papua Lukas Enembe akan mengunjungi Jawa Timur untuk menemui mahasiswa Papua di provinsi tersebut. Menurut Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, kedatangan Lukas merupakan buntut ucapan rasial yang diucapkan warganya kepada mahasiswa Papua di Surabaya. 

Saat menghubungi Lukas, Khofifah mengaku sudah meminta maaf terkait ucapan rasial yang dilontarkan warganya saat peristiwa pengamanan terhadap 43 mahasiswa Papua di asrama Papua di Jalan Kalasan, Surabaya, Jawa Timur, Minggu (18/8) malam. 

"Itu dilakukan secara personal, bukan menyangkut masyarakat Jatim. Memang tidak pantas kalimat itu dilontarkan," ujar Khofifah usai mendampingi Kapolri Jenderal Tito Karnavian saat menjenguk korban penyerangan Mapolsek Wonokromo di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Jatim, Senin (19/8).

Puluhan mahasiswa Papua diamankan polisi setelah asramanya dikepung warga setempat dibantu oknum TNI. Warga menggeruduk asrama karena menuding salah satu penghuni asrama merusak bendera merah putih di depan asrama dan membuangnya ke selokan. 

Peristiwa itu berbuntut panjang. Ribuan warga di berbagai daerah di Papua menggelar aksi unjuk rasa meminta klarifikasi pihak berwenang terkait kasus penangkapan mahasiswa Papua tersebut. Di Manokwari, unjuk rasa berlangsung rusuh setelah warga membakar kantor DPRD Manokwari. 

Khofifah menyebut Lukas meminta agar dirinya tetap memberikan jaminan keamanan bagi mahasiswa yang mengenyam pendidikan di Jatim. "Beliau sampaikan harapannya agar mahasiswa Papua merasa aman ketika mencari ilmu di Jatim," paparnya.

Menurut Khofifah, selama ini komunikasi pemerintah daerah dengan mahasiswa Papua di Surabaya juga terjalin baik. Hal itu terlihat kehadiran mahasiswa saat kampanye pemilu damai, upacara hari Bhayangkara, Hari kebangkitan Nasional dan Hari Pendidikan Nasional.

Khofifah mengatakan, pemprov berkomitmen untuk menjaga keharmonisan antara warga Jatim dengan putra-putri asal Indonesia bagian timur tersebut. Salah satunya, sebut Khofifah, terlihat ketika Pemprov turut turun tangan untuk membantu mahasiswa Papua menggalang bantuan untuk banjir Sentani, beberapa bulan lalu.

Sponsored

"Tim protokol saya minta agar menghubungi mereka (mahasiswa Papua) untuk bisa hadir ke Grahadi (kantor Pemprov Jatim). Saya beri support kepada saudara kita yang terkena banjir bandang di Sentani," ujar Khofifah.

Lebih jauh, Khofifah menegaskan, ia memandang warga Papua yang tinggal di Jatim sebagai saudara sebangsa dan se-Tanah Air. "Saya hafal lagu Papua. Jadi, saya ingin membangun Indonesia dengan bersama-sama," tambahnya.