sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Halalbihalal virtual, Gus Yaqut ingatkan tugas Kemenag

"Jika Bapak/Ibu berhenti mencintai tugas pelayanan yang selama ini dilakukan, maka saya juga demikian," jelasnya.

Fatah Hidayat Sidiq
Fatah Hidayat Sidiq Jumat, 14 Mei 2021 14:53 WIB
Halalbihalal virtual, Gus Yaqut ingatkan tugas Kemenag

Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas, mengingatkan, aparatur sipil negara (ASN) bertugas dalam pelayanan. Karenanya, meminta jajarangan bekerja dengan sebaik-baiknya.

"Apa tugas dari Bapak/Ibu? Sebagai ASN, tugas Bapak/Ibu adalah melayani. Maka, tidak ada pilihan lain kecuali melakukan pelayanan dengan sebaik-baiknya," ucapnya saat halalbihalal virtual "IDzoom Fitri" dengan jajaranya, Jumat (14/5).

IDzoom Fitri diikuti Wamenag, Zainut Tauhid Sa'adi, pejabat eselon I, II, dan III pusat; kakanwil provinsi; kakankemenag kabupaten/kota; hingga pimpinan perguruan tinggi keagamaan Islam negeri (PTKIN). 

Gus Yaqut, sapaannya, pun meminta para pegawai Kementerian Agama (Kemenag) mencintai tugas layanannya. Jika para pimpinan bersikap demikian, dirinya akan berlaku demikian pula.

"Jika Bapak/Ibu berhenti mencintai tugas pelayanan yang selama ini dilakukan, maka saya juga demikian," jelasnya, melansir situs web Kemenag.

"Kita bisa saling mencintai selain karena Allah, tetapi juga kita bisa sama-sama mencintai tugas pelayanan ini, mencintai tanggung jawab kita," sambungnya.

Dirinya menambahkan, kepuasan publik menjadi tolok ukur kinerja (key performance indicator/KPI) Kemenag. Hal tersebut diharapkan menjadi orientasi kinerja selain hasil kerja.

Baginya, hubungan kerja antara atasan dan bawahan tidak menjadi norma yang memisahkan dengan adanya target kinerja yang jelas, tetapi sebatas norma dalam menyelesaikan pekerjaan sebagai tanggung jawabnya.

Sponsored

"Kami sebagai pimpinan di Kemenag tidak ingin dihormati berlebihan. Kami, tidak ingin ketika kita datang ke daerah disambut berlebihan. Saya tidak mau. Yang saya inginkan adalah apa yang menjadi tanggung jawab kita, kita selesaikan dengan tuntas dan baik," tuturnya.

"Itu saja sudah cukup. Tidak perlu aneh-aneh. Yang penting, kita orientasikan kerja kita kepada hasil yang maksimal dan indikasi dari itu semua adalah kepuasan publik," tutup politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini.

Berita Lainnya