sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Hasil rapid test: 201 warga Banten positif Covid-19

Rapid test bukan untuk diagnosis pasti seseorang positif Covid-19 atau tidak.

Khaerul Anwar
Khaerul Anwar Senin, 06 Apr 2020 09:49 WIB
Hasil rapid test: 201 warga Banten positif Covid-19

Sebanyak 201 warga Banten positif Covid-19 dan 3.984 hasilnya negatif serta 12 invalid. Hasil itu diketahui setelah 4.197 warga Banten mengikuti rapid test atau pemeriksaan cepat yang diselenggarakan, Minggu (5/4) kemarin.

Tes cepat ini dilakukan terhadap pasien dalam pengawasan (PDP), tenaga medis yang kontak dengan pasien Covid-19, dan masayarakat kontak erat dengan kasus positif coronavirus.

Juru Bicara (Jubir) Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Banten, Ati Pramudji Hastuti mengatakan, rapid test bukan untuk diagnosis pasti seseorang menderita Covid-19 atau tidak. Tetapi, untuk mengetahui Antibody Immunoglobulin G (IGG) dan Immunoglobulin M (IGM).

"Diagnosis pasti tetap dengan PCR melalui swab lendir hidung dan tenggorok," kata Ati saat dikonfirmasi, Senin (6/4).

Dia menjelaskan, jika hasil rapid test reaktif artinya IGG dan IGM dalam tubuh manusia positif, maka harus dilakukan tes ulang yang kedua. Jika, kedua juga dinyatakan positif maka tetap harus melalui swab.

" Ya. Tapi untuk membuktikannya secara pasti harus rapid test ulang dalam jarak tujuh hari dan jika hasil rapid dua kali tetap positif, harus dilakukan PCR melalui swab untuk memastikan orang tersebut positif," katanya.

Untuk diketahui, berdasarkan situs infocorona.bantenprov.go.id, warga Banten yang dinyatakan positif coronavirus sebanyak 132 orang, 103 masih dirawat, 10 sembuh, dan 19 orang meninggal.

Sementara, data orang dalam pemantauan (ODP) total sebanyak 3.336 orang, 2.610 masih dipantau dan 726 sembuh. Lalu jumlah PDP sebanyak 471 pasien, 404 masih dirawat, 39 sembuh dan 28 meninggal dunia.

Sponsored

Adapun rincian hasil rapid test terhadap 4.197 orang di seluruh kabupaten/kota di Banten hingga 5 April 2020 sebagai berikut:

1. Kabupaten Serang, ketersediaan alat rapid test 1.260 stik. Jumlah orang yang dites sebanyak 786 orang. Hasilnya, sebanyak tiga orang positif dan sebanyak 783 orang negatif. Sisa alat rapid test sebanyak 474 stik.

2. Kabupaten Tangerang, dengan jumlah alat rapid test sebanyak 2.600 stik. Jumlah orang yang dites sebanyak 674 orang. Hasilnya, sebanyak 135 orang dinyatakan positif dan 539 lainnya negatif. Sisa alat rapid test sebanyak 1.926 stik.

3. Kabupaten Lebak, dengan jumlah alat rapid test sebanyak 800 stik. Jumlah warga yang dites sebanyak 55 orang. Hasilnya, 54 orang negatif dan satu invalid. Sisa alat rapid test 745 stik.

4. Kabupaten Pandeglang, jumlah ketersediaan alat rapid test sebanyak 1.240 stik. Jumlah orang yang dites sebanyak 163 orang. Hasilnya, satu orang dinyatakan positif dan 158 orang negatif, sedangkan empat lainnya dinyatakan invalid. Sisa alat rapid test sebanyak 1.077 stik.

5. Kota Tangerang, jumlah ketersediaan alat rapid test sebanyak 5.000 stik. Jumlah orang yang dites sebanyak 2.155 orang. Hasilnya, sebanyak 53 orang dinyatakan positif dan 2.097 orang dinyatakan negatif serta lima lainnya invalid. Sisa alat rapid test 2.845 stik.

6. Kota Cilegon, dengan jumlah ketersediaan alat rapid test 560 stik. Jumlah orang yang dites sebanyak 188 orang. Hasilnya, dua orang dinyatakan positif dan 185 negatif serta satu invalid. Sisa alat rapid test sebanyak 372 stik.

7. Kota Serang, dengan jumlah ketersediaan alat rapid test 840 stik. Jumlah warga yang dites sebanyak 33 orang. Hasilnya, 32 orang dinyatakan negatif dan satu invalid. Sisa alat rapid test sebanyak 807 stik.

8. Kota Tangerang Selatan, dengan ketersediaan alat rapid test sebanyak 2.600 stik. Jumlah warga yang dites sebanyak 143 orang. Hasilnya, sebanyak tujuh orang dinyatakan positif dan 136 negatif. Sisa alat rapid test sebanyak 2.457 stik. 

Berita Lainnya
×
tekid