logo alinea.id logo alinea.id

Hidayat Nur Wahid apresiasi pemerintah batalkan kenaikan harga BBM

Hidayat Nur Wahid mengapresiasi karena negara mempertimbangkan kondisi rakyat yang lagi susah karena bencana dimana-mana.

Kudus Purnomo Wahidin
Kudus Purnomo Wahidin Kamis, 11 Okt 2018 14:59 WIB
Hidayat Nur Wahid apresiasi pemerintah batalkan kenaikan harga BBM

Anggota Dewan Syuro Partai Keadilan Sejahtera, Hidayat Nur Wahid, turut angkat bicara terkait kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang dibatalkan pemerintah kemarin, Rabu, (11/10). 

Politisi PKS tersebut  mengapresiasi langkah pemerintah yang membatalkan kenaikan harga BBM. Pasalnya, bila dinaikkan dikhawatirkan dapat menggerus daya beli masyarakat. 

“Sekali lagi saya apresiasi bahwa negara mempertimbangkan kondisi rakyat yang lagi susah dan bencana ada dimana-mana,” kata Hidayat di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis, (11/10).

Meski begitu, Hidayat tetap mengkritisi pembatalan harga BBM yang dilakukan Presiden Jokowi sesaat sebelum diumumkan ke publik. Menurutnya, pembatalan tersebut bentuk lemahnya koordinasi antar sektor di jajaran pemerintahan.

“Menurut saya sekali lagi, ini pak menteri menaikkan, lalu Presiden meminta diturunkan dalam waktu satu jam. Ini menandakan koordinasi yang sangat lemah di dalam kabinet ,” ujar Hidayat. 

Hidayat menuturkan, maju-mundurnya pemerintah menaikkan harga BBM subsidi tersebut seharusnya tak terjadi jika semua pihak berkoordinasi. Akibat, hal tersebut malah membuat kegalauan bagi masyarakat. 

“Seharusnya keputusan dinaikannya harga BBM dapat dikoordinasikan dahulu antar internal pemerintah, sehingga tak terjadi kesalahpahaman di dalam tubuh pemerintah.

Sementara itu, Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik, dan Kerja Sama Kementerian ESDM, Agung Pribadi, mengatakan pemberitaan media masa dan media sosial yang ramai soal kenaikan premium mengikuti kenaikan BBM non subsidi dibatalkan Presiden Joko Widodo karena memikirkan rakyat kecil.

Sponsored

"Atas perintah dan arahan bapak presiden, premium batal naik, " kata Agung.

Awalnya harga premium diberitakan bakal naik sampai 7%. Namun, atas perintah Presiden Jokowi harga Premium batal naik atau tetap, yaitu berada di angka Rp6.550 per liter.